Dua anak laki-laki Mubarak ditahan

Gamal Mubarak

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Hosni Mubarak diduga mempersiapkan Gamal untuk menggantikan dirinya

Dua anak laki-laki mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak, ditahan polisi beberapa saat setelah ayah mereka dilarikan ke rumah sakit ketika sedang diperiksa.

Mubarak diperiksa polisi terkait tudingan melakukan tindak korupsi.

Sementara menurut sejumlah laporan anak-anaknya diperintahkan untuk ditahan selama 15 hari untuk diperiksa polisi terkait tuduhan penggelapan dana.

Gamal Mubarak, yang sebelumnya disebut-sebut dipersiapkan untuk meneruskan kepemimpinan ayahnya di Mesir, tadinya merupakan pejabat tinggi partai yang berkuasa.

Sementara abangnya, Alaa Mubarak, dikenal sebagai pengusaha dan diduga mendapat banyak keuntungan dari posisi ayahnya yang sudah berkuasa selama 30 tahun di Mesir.

Laporan kantor berita Associated Press menyebut, ribuan orang berada diluar kantor polisi saat dua anak Mubarak itu diperiksa dan mereka berteriak menuntut agar keduanya ditahan.

Kemudian pada Rabu pagi, kepala polisi di Provinsi Sinai Selatan mengatakan pada para demonstran bahwa kedua kakak-beradik Mubarak itu akan ditahan.

"Saudara-saudara, apapaun yang Anda inginkan akan anda dapat... 15 hari," kata Mayjen Mohammed el-Khatib, kepala kepolisian setempat, yang disambut massa dengan teriakan gembira.

Saat polisi menggunakan kendaraan yang tertutup tirai membawa dua abang-adik itu ke tempat tahanan, massa melempari mobil dengan botol air, batu dan sandal jepit, tanda kemarahan yang biasa dipakai di dunia Arab untuk menunjukkan sikap tidak hormat.

Muncul pula beberapa versi berita tentang kondisi Hosni Mubarak, yang kini berusia 82 tahun.

Stasiun televisi Mesir menyebut dirinya terkena serangan jantung, saat diperiksa soal sangkaan korupsi.

Sementara laporan lain menyebut Mubarak dalam kondisi baik dan siap diperiksa lebih lanjut.

Di Kairo, tentara dan polisi telah bergerak ke lapangan Tahrir dan mengakhiri aksi protes duduk yang menuntut berlakunya pemerintahan sipil serta tindakan hukum yang tegas terhadap para mantan pejabat.