Pabrik Toyota di Miyagi kembali beroperasi

Sumber gambar, AP
Produsen otomotif Toyota Motor Corp. kembali berproduksi pada Senin (18/4), setelah berhenti sejak bencana gempa dan tsunami terjadi 11 Maret lalu.
Tetapi, pabrik pembuat kendaraan bermotor nomor satu terbesar di dunia itu, hanya akan berproduksi setengah dari kapasitasnya.
Sebab, bencana gempa dan dan tsunami menghancurkan sejumlah bagian pabrik Toyota di bagian timur laut Jepang, yang menyebabkan perusahaan kekurangan komponen untuk memproduksi kendaraan.
Bencana besar di Jepang memaksa Toyota untuk menutup pabrik di Jepang kecuali di tiga tempat yang memproduksi mobil yang cukup laris Prius, Lexus dan Corolla dalam jumlah terbatas sejak Maret dan awal April.
Sekitar 900 pekerja di Pabrik Toyota di Miyagi, salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak tsunami, melakukan doa bersama dan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum mulai bekerja pada Senin (18/4).
Bencana gempa dan tsunami menyebabkan sekitar 28.000 orang tewas dan hilang. Sementara di Miyagi, diperkirakan 8.400 orang tewas.
Presiden Toyota Motor Cabang Miyagi, Toru Kuzuhara, mengatakan beroperasinya pabrik Toyota di Miyagi dapat membantu memacu upaya rekonstruksi di wilayah yang paling parah terkena dampak tsunami.
"Kami akan membuat mobil dengan kualitas terbaik dan mengirimkannya kepada konsumen secepat mungkin. Saya yakin ini akan mendukung upaya rekonstruksi di Miyagi," kata dia.
Yasuhiro Tadokoro, seorang pejabat di Pabrik Miyagi mengatakan dia merasa lega pabrik mobil ini beroperasi kembali.
"Akhirnya, kami dapat menjalankan pabrik kami. Saya sangat lega kami dapat kembali bekerja untuk pertama kalinya sejak tsunami terjadi," kata dia.
Pabrik Toyota di Miyagi merupakan yang paling baru, dan mulai beroperasi sejak Januari lalu.
Tetapi, gempa yang terjadi pertengahan Maret lalu, hanya merusak bagian kecil dari pabrik, kata Tadokoro.
Di Pabrik ini, Toyota membuat sedan jenis Yaris untuk diekspor ke Amerika Utara.
Toyota tetap akan berproduksi setengah dari kapasitasnya sampai 27 April mendatang, dan menghentikan produksi dari 28 April-9 Mei, termasuk periode liburan panjang dimana pabrik biasanya akan libur.
Perusahaan itu akan memproduksi setengah dari kapasitasnya di Jepang mulai 10 Mei sampai 3 Juni. Toyota mengatakan akan membuat keputusan dalam beberapa pekan mendatang tentang rencana produksi setelah Juni.
Belum ada keputusan yang jelas, apakah Toyota akan melakukan seluruh produksinya di Jepang, kata Juru Bicara Toyota Shiori Hashimo.
Bencana yang terjadi menyebabkan Toyota mengalami kehilangan produksi sekitar 260.000 kendaraan.





























