Libia janjikan akses ke pekerja bantuan

Korban diungsikan dari Misrata ke Benghazi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sebagian korban pertempuran diungsikan dari Misrata ke Benghazi

PBB mengatakan pemerintah Libia telah menyatakan akan memberi akses kepada pekerja bantuan ke kawasan yang dikuasainya, kata PBB.

Para pejabat PBB mengatakan kesepakatan itu memungkinkan pekerja kemanusiaan mendirikan kantor di ibukota Libia, Tripoli, dan bebas masuk ke dan keluar dari Libia.

Wartawan BBC di markas PBB Barbara Plett mengatakan pihak berwenang Libia menjanjikan akses untuk para pekerja bantuan dan peralatan mereka ke semua daerah yang dikuasai.

Sebagian besar kota Misrata yang dikepung pasukan Kolonel Muammar Gaddafi masih berada di bawah kekuasaan pasukan pemberontak.

Pekerja bantuan baru bisa menolong warga di sana jika pertempuran berhenti, menurut PBB, namun pemerintah Libia menyatakan tidak berniat melakukan gencatan senjata.

Pasukan pro-Gaddafi sudah berhari-hari menggempur kota Misrata, dan ratusan orang diduga terbunuh dalam pertempuran.

Penduduk kota mengalami kekurangan bahan makan dan persediaan obat-obatan.

Sementara itu, sekitar 1.000 orang yang dievakuasi dari Misrata telah tiba di basis pemberontak di Benghazi.

Mereka yang dievakuasi diangkut dengan kapal yang disewa oleh badan bantuan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). IOM menyatakan ribuan orang lain masih menunggu diselamatkan.

Pasukan pemberontak hari Senin menyatakan mereka mencapai kemajuan di Misrata, tapi pasukan pro-Gaddafi tetap menekan kota Ajdabiya yang dikuasai pemberontak di timur.