Amerika benarkan serangan Predator di Libia

Militer Amerika Serikat membenarkan serangan pertama menggunakan pesawat tak berawak Predator di Libia.
Pentagon tidak memberikan rincian sasaran serangannya namun mengatakan terjadi pada awal siang hari waktu setempat.
Juru bicara Pentagon Kapten Angkatan Laut Darryn James mengatakan serangan memang terjadi hari Sabtu namun dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pesawat tak berawak dapat menghantam sasaran militer lebih mudah di kawasan berpenduduk karena mengurangi risiko korban sipil.
Sebelum serangan hari Sabtu, dua Predator Amerika telah digunakan di wilayah udara Libia untuk kepentingan intelijen, pengawasan dan pengintaian.
Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates hari Kamis mengatakan Presiden Barack Obama menyetujui serangan udara dalam mendukung misi Nato karena Amerika memiliki "sejumlah kemampuan unik".
Lebih akurat
Wakil Kepala Staf Gabungan enderal James Cartwright mengatakan, pasukan yang setia kepada Kolonel Gaddafi sedang bersembunyi atau "berkumpul di kawasan padat penduduk" untuk menghindari serangan pesawat-pesawat Nato.
Pesawat tak berawak Predator yang lebih akurat akan "membuat kemampuan pasukan Gaddafi lebih lemah dan memiliki kemampuan melihat lebih jelas khususnya terhadap posisi-posisi pertahanan mereka".
Pemberontak Libia menyambut baik keterlibatan Predator yang banyak digunakan di Pakistan dan Afghanistan.
Nato menyatakan pesawat tak berawak dan keakuratannya akan memberikan pasukan koalisi opsi lebih banyak untuk menyerang pasukan Gaddafi di kawasan padat penduduk.





























