Dewan hak asasi PBB bersidang soal Suriah

Sumber gambar, AFP Getty Images
Dewan hak asasi manusia PBB hari ini melakukan sidang darurat di Jenewa untuk membahas situasi di Suriah.
Pertemuan diminta oleh Amerika Serikat yang menghendaki adanya kecaman keras terhadap tindak kekerasan yang dilancarkan terhadap para demonstran dan penyelidikan independen mengenai tuduhan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia secara meluas.
Namun pertemuan ini tidak mendapat dukungan dari semua anggota.
Resolusi bernada keras yang diajukan Amerika Serikat itu mengecam kekerasan yang menurutnya dilakukan oleh pemerintah Suriah dan menuntut adanya penyelidikan independen oleh masyarakat internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia.
Dutabesar Amerika Serikat untuk PBB di Genewa, Eileen Donahoe, mengatakan setelah kejadian beberapa minggu belakangan ini, paling tidak itulah yang harus dilakukan oleh masyarakat internasional.
Donahoe mengatakan "Tujuan utama adalah untuk mengirim pesan kepada pemerintah Suriah bahwa mereka tidak bisa menembaki warganya sendiri dan mengirim tank-tank untuk menumpas para demonstran tanpa mendapat hukuman.''
''Masyarakat internasional menyaksikan dan kita di sini mengecam tanggapan mereka terhadap aksi protes damai para warganya sendiri,'' katanya.
Namun suasana pertemuan dewan kali ini sangat berbeda dengan pertemuan mengenai Libya beberapa minggu lalu.
Waktu itu negara-negara anggota dengan suara bulat mengecam tindakan pasukan Kolonel Muammar Gadaffi.
Kali ini tidak ada dukungan dari negara-negara Arab atas tindakan terhadap Suriah. Cina dan Rusia juga menentangnya.
Lobiying secara gencar diperkirakan akan dilakukan menjelang pemungutan suara, namun perpecahan itu mengungkap kembali kelemahan dalam Dewan Hak Asasi Manusia , yang terus menerus dikecam karena dipolitisir dan tidak efektif.





























