PBB akan tarik staf internasional dari Tripoli

Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan akan menarik semua staf internasionalnya dari ibukota Libia, Tripoli setelah kerusakan yang terjadi di kantor-kantor mereka disana.
Gedung-gedung PBB dan beberapa misi internasional menjadi sasaran kemarahan massa setelah serangan NATO yang dilaporkan telah menewaskan putra Kolonel Gaddafi.
Inggris mengatakan akan menyelidiki berbagai laporan yang menyebut kedutaannya hancur.
Berbagai demonstrasi dilaporkan juga terjadi di luar kedubes Amerika Serikat dan Italia di kota itu, tetapi tidak jelas apakah gedung-gedung itu rusak.
Hari Sabtu sore, pemerintah Libia mengatakan Saif al-Arab dan tiga cucu Kolonel Gaddafi tewas akibat serangan NATO di sebuah villa di Tripoli.
Wartawan-wartawan asing diperlihatkan kerusakan luas yang terjadi di kompleks milik Kolonel Gaddafi di Bab al-Aziziya.
NATO bersikeras mengatakan sasaran serangan mereka adalah gedung "komando dan kontrol", dan bahwa semua sasaran NATO adalah "sasaran militer".
Minggu dini hari, massa yang marah berkumpul di luar misi-misi negara Barat di ibukota Tripoli.





























