Hamas dan Fatah tanda tangani rekonsiliasi

Mahmoud Abbas dan Khaled Meshaal belum pernah bertemu sejak tahun 2007
Keterangan gambar, Mahmoud Abbas dan Khaled Meshaal belum pernah bertemu sejak tahun 2007

Pemimpin dua faksi Palestina yang bersaing, Fatah dan Hamas, telah menandatangani pakta rekonsiliasi di Kairo yang bertujuan mengakhiri permusuhan kedua kelompok itu selama empat tahun.

Mahmoud Abbas dan Khaled Meshaal belum pernah bertemu sejak Fatah diusir dari Gaza tahun 2007 menyusul kemenangan mengejutkan Hamas dalam pemilihan umum setahun sebelumnya.

Kesepakatan itu membuka jalan bagi terbentuknya pemerintah gabungan sementara menjelang pemilihan umum tahun depan.

Berbicara dalam upacara penandatanganan kesepakatan perdamaian itu di Kairo, ketua Partai Fatah yang juga Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan rakyat Palestina sudah meninggalkan perpecahan.

Sedangkan pemimpin Hamas, Khaled Meshaal mengatakan tujuan mereka adalah membentuk negara Palestina yang berdaulat di Tepi Barat dan di Jalur Gaza tanpa kehilangan satu jengkal pun tanah kepada Israel.

Kebangkitan politik di sejumlah negara Arab baru-baru ini memberi momentum baru untuk rekonsiliasi kedua belah pihak.

Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak enggan mendukung Hamas, tetapi pemerintah yang baru di Kairo mengambil sikap yang tidak bermusuhan terhadap kelompok Islamis itu.

Pada hari Selasa (03/05) Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Abbas agar tidak menandatangani kesepakatan itu dan memilih perdamaian dengan Israel.