Kelompok internasional akan biayai pemberontak Libia

contact group

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Libya Contact Group bertekad membiayai pemberontak Afghanistan

Satu kelompok negara-negara internasional sedang bertemu di Roma untuk membicarakan bantuan keuangan bagi pemberontak Libia.

Menteri luar negeri Hillary Clinton mengatakan kelompok yang disebut dengan Libya Contact Group juga mencari jalan untuk menekan pemimpin Libia Kolonel Muammar Gaddafi.

Ia mengatakan keinginan utama yang tersimpulkan dari pertemuan itu adalah untuk mengakhiri tindak kekerasan terhadap kalangan sipil dan transisi demokratik.

Sementara itu kapal yang dikirim untuk mengungsikan penduduk dari pelabuhan Misrata yang terkepung telah tiba di Benghazi yang dikuasai pemberontak.

Kapal Red Star One disewa oleh Organisasi Migrasi Internasional, IOM, ditembaki ketika merapat di Misrata saat hendak mengangkut warga yang terluka maupun pekerja asing.

Lima orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Di tengah kepanikan, keluarga tercerai berai, dan kapal harus berlabuh hingga dua kali, akhirnya 1300 penumpang yang kebanyakan orang-orang yang terluka dan pekerja asing berhasil meninggalkan kota yang dihujani serangan habis-habisan oleh pasukan Gaddafi.

Bantuan keuangan

Misrata adalah satu-satunya kota besar di Libia barat yang masih dikuasai pemberontak yang mencoba menggulingkan Kolonel Gaddafi.

Pemberontak menguasai wilayah Libia timur sementara Kolonel Gaddafi menguasai wilayah barat.

Pemberontak baik di Benghazi maupun Misrata sama-sama mengatakan membutuhkan bantuan.

Di Misrata mereka mengatakan memerlukan bantuan serangan udara NATO disamping kiriman senjata dan amunisi untuk bertempur.

Pemerintahan pemberontak mulai kehabisan uang. Dewan peemrintahan transisi mengatakan pemberontak memerlukan dana US$1,5 milliar untuk beberapa bulan kedepan, demikian kutip kantor berita Associated Press.

Libya Contact Group yang terdiri dari negara-negara anggota NATO, negara-negara Arab dan organisasi internasional, sedang mencari cara untuk membiayai para pemberontak, baik lewat pinjaman maupun penjualan minyak dari kawasan yang dikuasai pemberontak.