Thailand ajukan syarat ke Indonesia

Menteri Luar Negeri Indonesia menengahi menlu Thailand (kanan) dan menlu Kamboja (kiri) bulan Februari lalu.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Menteri Luar Negeri Indonesia menengahi menlu Thailand (kanan) dan menlu Kamboja (kiri) bulan Februari lalu.

Menteri Luar Negeri Indonesia menyatakan Thailand akan menyetujui usulan Indonesia mengirim sebuah tim pemantau ke lokasi konflik di perbatasan, asalkan pasukan militer Kamboja ditarik dari lokasi itu.

Marty Natalegawa menyatakan hal ini usai bertemu rekan sejawatnya dari Kamboja, Hor Namhong hari Jumat (06/05) ini.

"Sebelum TOR ( terms of reference) disetujui secara resmi, Thailand minta agar Kamboja menarik pasukannya dari lokasi sengketa," kata Marty ditengah berlangsungnya KTT ASEAN.

Dalam terms of reference (TOR) yang dibahas sebelumnya, Indonesia mengusulkan dikirimnya sebuah tim peninjau ke lokasi konflik yang akan berfungsi sebagai tim pencari fakta sekaligus pemantau perdamaian.

Syarat yang diajukan Thailand, akan menjadi tantangan terbaru untuk Indonesia yang saat ini memegang jabatan ketua ASEAN, setelah beberapa kali mengupayakan dialog dua pihak.

Daerah yang disengketakan dua negara merupakan wilayah yang sebagian ditinggali penduduk sipil, serta menjadi lokasi bangunan suci umat Buddha, Kuil Preah Vihear.

Pada sebagain lokasi ini militer Kamboja menempatkan aparatnya, karena mengklaim wilayah tersebut sebagai bagian Kamboja.

Diluar Terms of Reference

Penarikan pasukan dari lokasi yang disyaratkan Thailand, menurut Marty tidak dibahas sama sekali dalam TOR.

"Ini sama sekali diluar TOR yang sudah kita bicarakan sebelumnya," tegas Marty.

Dalam arena yang sama, Marty dijadwalkan ganti bertemu dengan Menlu Thailand, Kasit Piromya.

"Nanti akan kita perjelas bagaimana posisinya," tambah Marty.

Terakhir pembicaraan dua kubu yang ditengahi Indonesia buntu pada April lalu, saat membahas usulan Indonesia mengirim tim peninjau.

Usulan ini sudah disetujui pihak Kamboja, namun menurut Menlu Marty Natalegawa, Thailand berkali-kali menolak.

Dalam pertemuan terakhir dengan Menteri Luar Negeri Kasit di Jakarta, pekan lalu, Marty mengatakan Thailand secara prinsip telah menyetujui usulan itu meski belum secara resmi mengembalikannya pada Indonesia.

Indonesia berupaya mempercepat pengiriman tim peninjau ke lokasi konflik terutama setelah bentrok dua pihak menewaskan tujuh belas tentara dan seorang warga sipil Thailand.

Marty menyatakan akan menggunakan jalur perundingan bilateral dan multilateral untuk membicarakan solusi atas konflik ini selama berlangsungnya rangkaian kegiatan KTT ASEAN.