Bom Pakistan tewaskan puluhan orang

Petugas kesehatan membawa korban bom bunuh diri di sekolah paramiliter di Pakistan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Petugas kesehatan membawa korban bom bunuh diri di sekolah paramiliter di Pakistan.

Dua serangan bom bunuh diri di sekolah paramiliter di Pakistan menewaskan setidaknya 80 orang, polisi mengatakan.

Kelompok Taliban Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di pusat pelatihan di Shabqadar, distrik Charsadda.

Setidaknya 65 korban yang tewas adalah pelajar di sekolah itu sementara sisanya adalah warga sipil.

Serangan terjadi ketika para pelajar sedang masuk ke dalam bis untuk meninggalkan sekolah dalam rangka liburan.

"Saya sedang duduk di dalam van menunggu kawan saya. Kami semua pakai baju bebas dan kami sedang senang karena akan berjumpa dengan keluarga kami," kata Ahmad Ali, seorang kadet polisi mengatakan kepada kantor berita AFP.

"Saya mendengar teriakan 'Allahu Akbar dan saya mendengar ledakan dashyat dan pundak saya terpukul oleh sesuatu," ujarnya.

"Lalu saya mendengar ledakan yang lain dan saya keluar dari van. Saya merasakan luka saya dan berdarah."

Serangan balas dendam

Kelompok Taliban Pakistan mengatakan serangan yang mereka lakukan merupakan balas dendam atas tewasnya petinggi al-Qaeda, Osama bin Laden awal bulan ini.

Bin Laden tewas di kota Abbottabad, Pakistan setelah diserang

Sejumlah golongan radikal telah bersumpah untuk melakukan serangan balas dendam terkait kematian bin Laden, namun sejauh ini belum ada golongan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Pasukan keamanan sudah menutup daerah tempat terjadinya serangan.

Shabqadar terletak di perbatasan Pakistan dengan Afghanistan.

Dalam beberapa tahun terakhir, golongan radikal telah menewaskan ratusan orang dengan serangan bom dan serangan lainnya di penjuru Pakistan.