Pasukan bubarkan demo di Suriah

Sejumlah tank pasukan keamanan Suriah di kota Deraa.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sejumlah tank pasukan keamanan Suriah di kota Deraa.

Pasukan keamanan membubarkan demonstrasi oleh ribuan pelajar di kota kedua terbesar Suriah, Aleppo, saksi mata dan aktivis mengatakan.

Aksi unjuk rasa tersebut terpusat di sebuah asrama pelajar dan merupakan aksi demonstrasi terbesar yang pernah dilaksanakan di kota itu.

Para pelajar menyerukan dihentikannya kepungan militer di beberapa kota Suriah lainnya seperti di Hama, Deraa dan Banias.

Ketiga kota tersebut merupakan pusat aksi unjuk rasa yang menentang pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Setidaknya 18 orang tewas dalam aksi militer menekan pengunjuk rasa yang terjadi hari Rabu ini.

Ribuan orang juga telah dilaporkan ditahan.

"Gang teroris bersenjata"

Pemerintah Suriah bersikukuh bahwa aparat keamanan sedang mengejar "gang teroris bersenjata"

Pada hari Rabu (11/05) Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta Presiden Assad untuk "mendengarkan seruan reformasi dan kemerdekaan dan tidak menggunakan kekuatan berlebihan dan menahan secara massal para pengunjuk rasa"

Sebelum aksi unjuk rasa ini, keadaan di Aleppo cukup tenang dan hanya diguncang oleh demonstrasi yang terdiri dari ratusan orang.

Banyak analis yang mengatakan revolusi jalanan hanya akan berhasil bila pengunjuk rasa dapat menguasai Aleppo dan ibukota Damascus.

Menurut koresopnden BBC, Jim Muir di Beirut, Lebanon, pemerintah Suriah sadar akan resiko tersebut dan telah mengerahkan segala upaya untuk mencegah terjadinya aksi unjuk rasa di kedua kota tersebut.