AS: Pakistan tidak tahu keberadaan Osama

Sumber gambar, AFP
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan sejumlah pejabat senior Pakistan mengetahui keberadaan Osama bin Laden di negeri itu,
Pernyataan Gates ini setidaknya mengurangi anggapan bahwa Pakistan sebenarnya sudah tahu Bin Laden berada di Abottabad sebelum ditewaskan pasukan khusus Amerika Serikat.
Sehingga, lanjut Gates, tidak perlu adanya sanksi apapun bagi Pakistan terkait keberadaan Bin Laden di sana.
Gates menganggap dipermalukannya Pakistan di mata dunia dengan penyerbuat pasukan Amerika sudah merupakan hukuman.
Meski demikian, wartawan BBC di Washington DC Paul Adams mengatakan sejumlah politisi AS masih curiga bahwa Pakistan yang seharusnya sekutu AS mengetahui soal Osama bin Laden.
Apalagi kediaman Bin Laden di Abottabad berada tak jauh dari pusat pendidikan militer Pakistan dan diduga pimpinan Al-Qaeda itu sudah beberapa tahun tinggal di sana.
Sudah lama muncul kecurigaan bahwa jajaran dinas intelijen Pakistan, ISI, yang memiliki sejarah panjang dalam menjalin hubungan dengan kelompok-kelompok militan, mungkin telah mengetahui tempat Bin Laden bersembunyi.
Namun pemerintah Pakistan menyebut tuduhan AS itu adalah sesuatu yang absurd dan segera menggelar investigasi intensif.
Pelanggaran kedaulatan
Meski demikian PM Pakistan Yusuf Raza Gilani menilai penggerebekan Amerika merupakan ''pelanggaran kedaulatan'', dan secara tersirat menyatakan Washington turut menciptakan al-Qaida ketika Afghanistan diduduki Uni Soviet.
Amerika Serikat kemudian menyebarkan para pejuang al-Qaida dengan strategi militer ''cacat'' ketika berupaya menangkap Bin Laden di pegunungan Tora Bora pada tahun 2001, tambah Gilani.
''Kami tidak mengundang al-Qaida ke Pakistan,'' tegas sang PM, seraya mengatakan kegagalan menemukan Bin Laden selama 10 tahun adalah kegagalan semua badan intelijen dunia.
''Pimpinan al-Qaida, bersama dengan para operator al-Qaida lain, sudah lama berhasil menghindari badan-badan intelijen sedunia. Dia dilacak terus-menerus, tidak hanya oleh ISI, tapi juga badan-badan intelijen lain.'' tambah Gilani.
''Justru ISI-lah yang meneruskan informasi awal kepada CIA yang memungkinkan dinas intelijen menggunakan aset teknologi canggih dan berkonsetrasi ke kawasan Osama Bin Laden akhirnya ditemukan,'' katanya.
Meski mengecam Amerika Serikat, PM Pakistan menegaskan Washington tetap merupakan sekutu utama negaranya.
''Kita memiliki kemitraan strategis yang kami yakin demi kepentingan bersama kita,'' katanya.





























