Pakistan 'kuasai lagi' pangkalan AL

Sumber gambar, BBC World Service
Angkatan Laut Pakistan menyatakan telah menguasai lagi pangkalan yang diserang dan diduduki militan Taliban selama lebih dari 15 jam.
Juru bicara AL Pakistan Salman Ali dikutip kantor berita AP mengatakan pasukan komando masih memeriksa pangkalan di Karachi namun "tampaknya tidak ada lagi perlawanan militan".
Menurut Ali, pihaknya tidak akan menyiarkan rincian korban dari pihak militan sampai pangkalan ini bersih.
Sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan Taliban yang diklaim sebagai pembalasan atas kematian Osama bin Laden 2 Mei lalu.
"Ini adalah pembalasan syahidnya Osama bin Laden. Ini bukti bahwa kami masih bersatu dan kuat," ujar Ehsanullah Ehsan kepada kantor berita Reuters.
Sejumlah serangan pernah dilakukan sejak tewasnya Osama bin Laden, pemimpin Al Qaida.
Serangan itu mirip dengan serbuan Oktober 2009 dimana Taliban menguasai pangkalan angkatan darat di Rawalpindi, menewaskan puluhan orang.
Wartawan BBC Aleem Maqbool di Islamabad mengatakan insiden Karachi membangkitkan kekhawatiran akan keamanan nuklir Pakistan.
Pesawat terbakar
Minggu malam sektiar pukul 2230 waktu Karachi, sekelompok militan menyerbu tiga hanggar pesawat di pangkalan Mehran.
Sasaran pertama adalah pesawat yang diparkir di tarmak dan peralatan dekat hanggar, kata wartawan BBC Syed Shoaib Hasan dari tempat kejadian.
Sejumlah saksi mata mengatakan, militan menggunakan senjata pelontar roket untuk merusak dan menghancurkan beberapa pesawat tempur.
Diantara yang dirusak adalah pesawat anti kapal selam buatan Amerika P-3C Orion.
Sedikitnya dua dari pesawat berharga jutaan dollar ini terbakar.
Setelah serbuan itu, pasukan komando angkatan laut dan marinir melancarkan serangan balasan.
Puluhan tentara bersenjata lengkap datang memperkuat pasukan pemerintah.
Pejabat Pakistan menyebutkan sejumlah anggota militan tewas.
Militan yang tersisa dilaporkan menyandera sejumlah orang termasuk personil militer Cina.
Hari Jumat, Taliban mengklaim membom konvoi konsultat Amerika di Peshawar menewaskan satu warga Pakistan.





























