Peringatan terakhir dari Presiden Karzai

Sumber gambar, AFP
Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, dengan keras mengutuk pembunuhan 14 warga sipil akibat serangan udara yang diduga dilakukan NATO.
Dia menyatakan pemerintahnya sudah berulang kali meminta AS menghentikan serangan yang ujungnya membunuh warga sipil Afghanistan dan ini merupakan 'peringatan terakhir.'
Presiden mengatakan insiden ini merupakan kesalahan besar dan pembunuhan atas perempuan maupun anak-anak Afghanistan, dan atas nama warga Afghanistan memberikan peringatan terakhir atas pasukan dan pejabat AS sehubungan dengan hal ini," demikian pernyataan dari kantornya.
Para pejabat Afghanistan mengatakan semua yang tewas dalam serangan itu adalah perempuan dan anak-anak.
Serangan udara itu terjadi di kawasan Nawzad, provinsi Helmand, setelah sebuah pangkalan marinir AS diserang.
Namun serangan udara dengan sasaran kelompok perlawanan justru menghantam dua rumah penduduk dan menewaskan dua perempuan serta 12 anak-anak.
Membawa jenazah
Sekelompok warga kampung Sera Cala membawa jenazah delapan anak yang tewas ke ibukota provinsi Helmand, Lashkar Gah, seperti dilaporkan wartawan BBC, Quentin Sommerville dari Kabul.
Dua jenazah merupakan anak yang baru berusia dua tahun.
"Lihat, mereka bukan Taliban," teriak warga yang membawa jenazah itu kepada para wartawan.
Seorang jurubicara NATO mengatakan sebuah tim sudah dikirim ke Provinsi Helmand untuk menyelidiki serangan Sabtu 28 Mei itu.
Sebenarnya kelompok pemberontak yang paling banyak menewaskan warga sipil di Afghanistan, namun pembunuhan warga sipil oleh pasukan asing yang tampaknya menjadi sumber dari kemarahan warga.
Dan Presiden Hamid Karzai sudah mengkritik NATO yang tidak mengambil langkah yang cukup untuk mencegah kematian warga sipil, khususnya dalam serangan malam hari.
Dia juga meminta menteri pertahanan Afghanistan untuk menghentikan hal yang disebutnya sebagai 'kesewenang-wenangan' pasukan asing.
Pemakaman Jenderal Daud

Sumber gambar, AFP
Sementara itu di Afghanistan Utara, keamanan ditingkatkan sehubungan dengan pemakaman Jenderal Mohammad Daud Daud, komandan polisi yang tewas akibat serangan bom bunuh diri di provinsi Takhar, Sabtu 28 Mei.
Dia merupakan satu dari enam korban jiwa yang tewas dalam serangan, yang menurut Taliban merupakan aksi mereka.
Lokasi pemakaman Jenderal Daud tidak disebutkan demi alasan keamanan.
Toko-toko tutup dan gambar Jenderal Daud dipajang di beberapa tempat untuk menghormatinya, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Gubernur Takhar, Abdul Jabar Taqwa, membantah dugaan adanya elemen dalam pemerintah yang terlibat dalam serangan itu dan menegaskan intelijen sebenarnya mengetahui tentang serangan bunuh diri tersebut.
"Sayangnya kita tidak berhasil menangkapnya sebelum dia melakukan serangan," kata Abdul Jabar Taqwa, yang wajah dan tangannya terbakar akibat bom bunuh diri tersebut.
Dia menambahkan intelijen bahkan memiliki nomor telepon pembom bunuh diri itu beberapa hari sebelum serangan terjadi.





























