Badai ancam reaktor Fukushima

Sumber gambar, Reuters
Sebagian kegiatan di kompleks reaktor nuklir Jepang yang lumpuh dihentikan akibat badai tropis.
Keputusan menghentikan sementara kegiatan luar ruang di PLTN Fukushima itu diumumkan operatornya, Tokyo Electric Power Company
(Tepco), hanya beberapa hari setelah perusahaan tersebut menyatakan fasilitas nuklir tersebut tidak siap menghadapi cuaca keras.
Hujan lebat dan angkin kencang tengah menerpa bagian timur laut epang, yang telah mengalami kehancuran dalam gempa bumi disusul tsunami 11 Maret.
Ada kekhawatiran bahwa lebih banyak lagi bahan radioaktif dari PLTN Fukushima merembes ke tanah dan laut.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan kemungkinan lumpur longsor dan banjir.
Badai Songda melemah menjadi badai tropis di atas Jepang barat daya pada Minggu malam, tapi angin kencang dan hujan menerpa kawasan timur laut negara Asia timur ini.
Tepco, yang mengelola reaktor nuklir, mengatakan perusahaan itu dalam kondisi awas untuk memastikan bahwa air yang tercemar di beberapa bangunan reaktor tidak mengalir keluar.
Tingkat permukaan air di basemen salah satu dari enam bangunan reaktor naik hampir 20cm dalam masa 24 jam ke posisi hampir setinggi 6m, kata Tepco pada Senin pagi.
''Kami duga permukaan air naik akibat curah hujan yang merembes ke tanah,'' kata juru bicara Junichi Matsumoto.
Mencegah penyebaran
Para pekerja telah menyemprotkan ribuan ton air ke reaktor yang rusak untuk mencegah batang bahan bakar nuklir mengalami pemanasan berlebihan (overheating), setelah sistem pendingin yang sangat penting macet setelah tsunami menerjang Jepang 11 Maret.
Langkah darurat tersebut menimbulkan kubangan air yang tercemar oleh bahan radioaktif di dalam empat bangunan reaktor.
Sebagai tindakan berjaga-jaga, Tepco menyatakan juga telah menghentikan penyemprotan air yang digunakan untuk mencegah debu radioaktif menyebar.
Tepco telah menebarkan bahan-bahan antipenyebaran (anti-scattering agent), termasuk resin sintetis, di sekeliling bangunan reaktor yang rusak nomor satu dan empat.





























