Afghanistan memperingatkan NATO

karzai

Sumber gambar, none

Keterangan gambar, Karzai berulangkali mengatakan NATO membunuh warga sipil

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan pasukan pimpinan NATO "tidak diizinkan" menyerang perumahan milik warga sipil.

Dia mengatakan NATO berisiko menjadi "pasukan pendudukan" jika terus melakukan penyerangan yang menewaskan warga sipil.

Pernyataan ini disampaikan setelah Karzai mengutuk serangan udara NATO yang menewaskan paling tidak 14 orang di Afghanistan selatan hari Sabtu.

Wartawan BBC Paul Wood di Kabul melaporkan pernyataan tersebut menunjukkan perpecahan serius antara Karzai dan NATO.

Masalah ini berulangkali disebutkan presiden, tetapi belum jelas apa yang akan dia lakukan jika lebih banyak warga sipil yang menjadi korban serangan udara NATO dalam perang melawan Taliban, kata wartawan kami.

Karzai sekarang mengatakan NATO sudah menerima "peringatan terakhirnya".

"NATO harus mengetahui bahwa serangan udara terhadap perumahan Afghanistan tidak diizinkan dan warga Afghanistan sudah tidak dapat menerimanya lagi," kata Karzai dalam konferensi pers di Kabul.

"Jika mereka tidak menghentikan serangan udara terhadap perumahan warga Afghanistan, maka kehadiran mereka di Afghanistan dipandang sebagai pasukan pendudukan dan hal ini berlawanan dengan keinginan rakyat Afghanistan," katanya.

Kemarahan masyarakat

Afghanistan

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Penduduk membawa jenazah korban tewas ke Lashkar Gah

Serangan udara hari Minggu yang menargetkan pasukan perlawanan di provinsi Helmand mengenai dua rumah warga sipil. Para pejabat Afghanistan mengatakan semua korban tewas adalah wanita dan anak-anak.

NATO meminta maaf atas serangan udara hari Minggu.

Pernyataan seorang jenderal senior NATO mengatakan prioritas utamanya adalah mencegah jatuhnya korban sipil dan pihaknya akan menangani hal ini dengan sangat serius.

Organisasi pertahanan internasional ini mengatakan serangan udara dilakukan setelah seorang marinir AS tewas dan lima anggota pasukan perlawanan berlindung di sebuah kompleks di daerah Nazwad dan melanjutkan penyerangan.

Sembilan warga sipil tewas dalam serangan terhadap kompleks tersebut.

Meskipun kelompok perlawanan penyebab sebagian besar kematian warga sipil di Afghanistan, para wartawan melaporkan pembunuhan warga Afghanistan oleh pasukan asing membuat masyarakat semakin marah. Di masa lalu, hal ini memicu unjuk rasa penuh kemarahan di seluruh Afghanistan.

Sekelompok penduduk desa di mana serangan terjadi mengunjungi ibu kota Helmand, Lashkar Gah dengan membawa jenazah delapan anak-anak, yang termuda berumur dua tahun.