Militer tembaki pengunjuk rasa Yaman

Sumber gambar, reuters

Tentara kembali menembaki pengunjuk rasa di ibu kota Yaman, Sanaa sementara bentrokan terus berlanjut antara kelompok anti Presiden Ali Abdullah Saleh dan kelompok suku bersenjata.

Tembakan dan artileri dilaporkan di dekat kampus universitas dimana para pengunjuk rasa menuntut pegunduran diri Saleh.

Semalam, kelompok suku pendukung oposisi bertempur dengan pasukan di bagian utara kota.

Amerika Serikat mengirim utusan ke kawasan Teluk untuk membicarakan cara mengakhiri kekerasan yang membuat Yaman kemungkinan akan mengalami perang saudara.

Lebih 350 orang tewas sejak kerusuhan terjadi bulan Januari, 135 orang diantaranya tewas dalam 10 hari terakhir.

Negara-negara Barat dan kawasan Teluk mendesak Presiden Saleh untuk menandatangani kesepakatan yang ditengahi Dewan Kerja sama Teluk. Berdasarkan persetujuan tersebut Saleh akan memberikan kekuasaan kepada wakilnya dengan imbalan tidak akan diproses hukum.

Dia sempat beberapa kali sepakat, tetapi kemudian menarik diri.

Pemakaman

Sejumlah gedung di Sanaa dibakar

Sumber gambar, ap

Keterangan gambar, Sejumlah gedung di Sanaa dibakar

Wartawan BBC Lina Sinjab di Sanaa mengatakan pengunjuk rasa anti pemerintah bersiap-siap turun ke jalan-jalan ibu kota setelah sholat Jumat, seperti yang mereka lakukan dalam empat minggu terakhir.

Tetapi para pegiat oposisi khawatir mereka akan diserang pasukan keamanan dan pendukung Saleh, sama seperti yang dialami pengunjuk rasa di kota Taiz di selatan permulaan minggu ini, lapor wartawan kami.

Paling tidak 50 orang tewas di Taiz sejak hari Minggu, kata PBB.

Hari Senin, pasukan mengunakan kekerasan untuk membersihkan lapangan yang diduduki pengunjuk rasa dan menembaki orang-orang yang berusaha kembali.

Tembakan peringatan diarahkan kepada demonstran yang berkumpul pada sebuah mesjid di Taiz saat sholat Jumat.

Pasukan juga menggunakan senapan mesin dan artileri ke aras pengunjuk rasa dan militer yang melindungi mereka di Sanaa Jumat pagi.

Tiga tembakan terdengar di dekat kampus Universitas Sanaa, pusat demonstrasi anti Saleh, dan di dekat pasukan pendukung Jenderal Ali Mohsen al-Ahmar yang membelot, kata sejumlah saksi mata kepada kantor berita AFP.

Petugas kesehatan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tujuh orang dilaporkan cedera.

Kekerasan terjadi sementara sedang dilakukan pemakaman 50 anggota oposisi yang tewas dalam pertempuran minggu ini, kata para pegiat kepada Reuters.

Rekaman video memperlihatkan peti jenazah yang dibawa di jalan-jalan ibu kota dalam prosesi yang dihadiri ribuan orang.