IAEA fokus ke 'nuklir' Suriah

Sumber gambar, AFP
Badan Energi Atom Internasional, IAEA, mengadakan pertemuan di tengah tekanan Amerika Serikat dan negara lain untuk mengecam Suriah mengenai dugaan kegiatan nuklir secara diam-diam.
Laporan terbaru IAEA menyimpulkan fasilitas di Suriah yang dihancurkan dalam serangan 2007 merupakan reaktor nuklir.
Suriah menegaskan tempat itu merupakan situs militer non nuklir.
Amerika Serikat dan sekutunya mendesak agar Damaskus dilaporkan ke Dewan Keamanan PBB namun beberapa negara menentangnya.
Israel membombardir fasilitas di gurun itu yang diduga sebuah reaktor dekat Deir Alzour, Suriah timur laut bulan September 2007.
Tak diberi askes
Sebanyak 35 anggota dewan gubernur IAEA mengadakan pertemuan selama seminggu di markas organisasi itu di Wina, Austria.
Dalam sambutannya kepada dewan, Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano mengatakan Suriah tidak bekerja sama dalam kasus Deir Alzour ini meskipun telah diberikan waktu yang cukup.

Sumber gambar, BBC World Service
Namun, katanya, Komisi Energi Atom Suriah telah mengirimkan sebuah surat dan pembahasannya masih berlanjut.
Amano juga mengatakan penghancurkan fasilitas yang "diduga dilakukan Israel" adalah "hal yang sangat disesalkan".
"Daripada menggunakan kekerasan kasus ini seharusnya dilaporkan ke IAEA," katanya.
Wartawan BBC Bethany Bell di Wina mengatakan adanya rasa frustrasi di kalangan diplomat yang sudah berusaha keras meminta akses ke situs di Suriah tersebut dalam tiga tahun ini.
Namun, menurut wartawan BBC, diplomat lainnya enggan mengusulkan resolusi dengan mengatakan Suriah menawarkan kerja sama. Selain itu karena pergolakan di Suriah sekarang mungkin bukan saat teap menerapkan tekanan.
Suriah merupakan penandatangan Perjanjian Non Proliferasi Nuklir yang memberikan hak anggotanya memperkaya bahan bakar untuk pembangkit listrik nuklir di bawah pengawasan IAEA.
Namun Suriah juga penandatangan kesepakatan keselamatan nuklir dengan IAEA yang mewajibkan negara itu memberitahukan lembaga PBB ini jika membangun fasilitas nuklir baru.





























