Mengapa Obama datang ke Puerto Rico?

Puerto Rico menggunakan lawatan bersejarah Presiden Obama hari Selasa --lawatan resmi pertama ke pulau itu oleh seorang presiden AS dalam setengah abad ini-- sebagai kesempatan untuk perubahan.
Tepatnya perubahan kosmetik.
Ibu kota pulau di Karibia itu, San Juan, sejak beberapa minggu ini didandani.
Jalan-jalan dimuluskan, gedung-gedung publik dikemilaukan dengan cat baru dan rambu-rambu selamat datang dipasang di sepanjang rute yang akan dilewati Presiden Obama dalam kunjungan lima jam ini.
Tetapi yang lain-lain tidak berubah.
Bahkan sejak sebelum lawatan Presiden John F Kennedy tahun 1961, isu yang paling top di Puerto Rico tetap sama yaitu status politik yang rumit wilayah AS ini, yang dirancang seperti "persemakmuran" AS pada tahun 1952.
Debat status
Status itu bagi sebagian orang ditafsirkan sebagai hak terbatas kewarganegaraan AS untuk penduduk Perto Rico.
Mereka membayar pajak federal AS dan presiden dan Kongres AS merupakan penguasa tertinggi atas pulau itu.

Sumber gambar, BBC World Service
Namun demikian, warga Puerto Rico tidak bisa memberikan suara dalam pemilihan presiden atau memiliki wakil di Kongres.
Perdebatan panas mengenai apakah wilayah itu harus menjadi negara bagian AS yang ke-51, menjadi republik merdeka, atau tetap sebagai "negara bebas dan terhimpun", sudah lama mendominasi perpolitkan di pulau yang berpenduduk hampir empat juta jiwa itu.
Seperti dikatakan sebagian orang di San Juan, membicarakan masalah ini adalah "olahraga nasional" Puerto Rico.
Tetapi ketika warga Puerto Rico secara resmi diminta membuat keputusan, misalnya dalam referendum tak meningat di tahun 1998, jawaban mereka tidak tuntas. Lebih separuh penduduk memilih "tidak memilih yang mana pun".
Jadi, mengapa Obama terbang ke sana?
Kunjungan silaturahmi
Dia membuat janji kampanye untuk kembali ke pulau itu sebagai presiden ke San Juan ketika dia datang ke pulau tersebut tahun 2008 untuk mendapatkan dukungan sebagai calon Demokrat dalam pemilihan presiden 2008. Sebab, orang Puerto Rico ikut dalam pemilihan calon presiden di tingkat partai.
Tetapi banyak orang di wilayah itu yakin lawatan baru ini bertujuan untuk mendulang suara orang Puerto Rico yang bermukim di Amerika daratan --dan pemilih Hispanik secara umum. Bisa jadi mereka itu berperan penting dalam upaya Obama untuk terpilih kembali tahun 2012.
"Obama mendekati warga pulau itu untuk secara tak langsung merangkul para pemilih Puerto Rico yang ada di Amerika daratan," kata Pedro Reina Perez, seorang profesor sejarah di Universitas Puerto Rico.
"Rakyat merasa kunjungan ini cuma silaturahmi, yang tidak ada kaitannya dengan kebijakan nyata."
Kunjungan ini tentunya menghidupkan kembali perjuangan status Puerto Rico, kata Gubernur Luis Fortuno yang dengan kuat mendukung gerakan untuk menjadikan pulau itu sebagai negara bagian AS.





























