AS akan buru Zawahiri

Sumber gambar, Reuters
AS berjanji untuk memburu dan membunuh Ayman al-Zawahiri yang kini menjadi pemimpin al-Qaeda menggantikan Osama Bin Laden.
Bagi Amerika al-Qaeda tetap menjadi ancaman utama.
"Sama seperti yang kami lakukan, memburu dan sukses membunuh Bin Laden, kami tentunya akan melakukan hal yang sama terhadap Zawahiri,'' kata Marsekal Mike Mullen, Panglima Militer AS.
Sebelumnya di situs militan menyebutkan Zawahiri ditunjuk sebagai pemimpin baru, setelah Bin Laden tewas Mei lalu di Pakistan.
"Tidak mengejutkan bagi saya ketika dia terpilih untuk memegang posisi itu, '' tambah Mullen.
Selama ini Zawahiri memang dikenal sebagai orang kedua di al-Qaeda.
Kurang kharisma
Dalam sebuah pernyataan al-Qaeda juga berjanji untuk tetap berjihad di bawah kepemimpinan Zawahiri.
Mereka akan terus melakukan perang suci terhadap AS dan Israel ''sampai semua invasi militer meninggalkan tanah Islam''.
"Sheikh Dr Ayman al-Zawahiri, semoga Allah memberi dia petunjuk, memegang tanggungjawab sebagai amir [pemimpin] organisasi,'' demikian isi pernyataan tersebut.
Meski demikian seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya mengatakan kalau Zawahiri ''tidak seperti'' Bin Laden.
Menurut pejabat itu Zawahiri, 59, akan kesulitan untuk memimpin al-Qaeda, sementara juga fokus untuk menyelamatkan diri sendiri.
Apalagi pengumuman penggantian ini berlangsung lebih dari enam minggu dari kematian Bin laden, hal itu dipercaya sebagai bentuk perpecahan kepemimpinan di al-Qaeda.
"Intinya adalah, Zawahiri tidak memiliki kekuatan yang sama dengan Osama Bin Laden,'' katanya.
Pengamat mengatakan Zawahiri yang dilahirkan di Mesir ini sebagai tokoh yang pandai tetapi kurang kharisma dibandingkan Osama.
Sejumlah pengamat juga menilai kalau dia adalah ''otak operasional'' serangan 9/11 ke AS.
Oleh AS kepalanya dihargai US$25 juta atau Rp200 miliar lebih.
Zawahiri, dalam sebuah pernyataannya memperingatkan kalau Bin Laden akan terus ''menakuti'' AS dari dalam kubur.
Prioritas pemimpin baru al-Qaeda ini kemungkinan termasuk upaya untuk melakukan serangan yang besar untuk menunjukan kalau organisasi ini masih ada.
Selain itu, Zawahiri sepertinya juga akan memanfaatkan gelombang kekacauan di Timur Tengah, mungkin dengan membangun basis kekuatan di Yaman dan meningkatkan instabilitas di kawasan.
Dalam pesannya pekan lalu, Zawahiri menyambut perlawanan warga Arab terhada[ ''para pemimpin tirani dan korup'' dan mendesak untuk tetap melanjutkan ''perjuangan sampai rezim korup jatuh yang dipaksakan masuk ke negara kita''.
Zawahiri kemungkinan besar bersembunyi di perbatasan Afghanistan-Pakistan.





























