Militan serang rumah tokoh anti-Taliban

Puluhan militan menyerang rumah dua tokoh anti-Taliban di kawasan dekat perbatasan Afghanistan, kata aparat Pakistan.
Sedikitnya empat orang terbunuh dan empat orang lain, termasuk salah seorang pemuka suku yang dikenal anti-Taliban, terluka dalam serangan di kawasan kabilah Mohmand.
Sementara itu, dua serangan pesawat tak berawak (drone) Amerika Serikat menewaskan sedikitnya enam tersangka militan di daerah Kurram yang juga berada di dekat perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Para analis mengatakan orang-orang militan yang mengungsi dari operasi militer oleh Pakistan memang memiliki basis di kawasan tersebut.
Distrik Kurram adalah kawasan yang selama ini jarang menjadi sasaran serangan misil pesawat tak berawak. Beberapa pejabat mengatakan serangan hari Senin (20/6) adalah serangan serupa ketiga di kawasan.
Beberapa bagian daerah di dekat perbatasan Pakistan, khususnya Waziristan yang merupakan basis orang-orang militan, telah puluhan kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa tahun terakhir.
Pemuka adat
Serangan terhadap rumah dua orang pemuka adat anti-Taliban terjadi di desa Ziarat Masood di distrik Mohmand, tempat lain yang diinginkan Taliban sebagai basis kekuatan mereka.
Sekelompok militan menyerbu desa tersebut dan menyerang rumah Malik Ghazi Khan dan Malik Ghulab Khan, anggota panitia perdamaian setempat yang menentang Taliban, kata kantor berita AFP.
Serangan terjadi hanya satu hari setelah pesawat tempur Pakistan membom kubu pertahanan militan di kawasan yang sama dan pasukan darat negara itu menyerang pemberontak.
Dalam perkembangan lain hari Senin, polisi Pakistan membeberkan rincian aksi yang menurut mereka bagian dari rencana serangan bunuh diri terhadap aparat keamanan.

Sumber gambar, AFP
Menurut polisi, rencana itu melibatkan seorang bocah perempuan usia 9 tahun yang diculik dan dipaksa mengenakan rompi bahan peledak.
Polisi mengatakan bocah perempuan, yang dihadirkan di konferensi pers yang disiarkan oleh stasiun televisi Pakistan, dikatakan diculik oleh orang-orang militan Islam beberapa hari lalu dari rumahnya di Peshawar dan dibawa ke sebuah tempat di dekat perbatasan Afghanistan.
Bocah kecil itu mengatakan kepada para wartawan bahwa dia mulai berteriak-teriak ketika dia mendekati pos pemeriksaan paramiliter dan mencampakkan rompi bahan peledak.
Serangan bunuh diri yang dilakukan wanita dan anak-anak jarang terjadi di Pakistan, tapi kelompok-kelompok militan sering menggunakan anak laki-laki usia remaja.





























