Pendukung Assad berunjuk rasa

Sumber gambar, none
Unjuk rasa besar-besaran untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad dilakukan di beberapa kota Suriah, termasuk Damaskus, Deraa, Hama dan Homs, lapor media pemerintah.
Mereka juga mengatakan Assad mengeluarkan dekrit pemberian amnesti baru terhadap kejahatan yang dilakukan sebelum tanggal 20 Juni.
Hari Senin, pemimpin Suriah tersebut berpidato menyerukan dialog nasional dan mendorong warga yang mengungsi ke Turki agar segera pulang.
Ini adalah pidato ketiga Presiden Assad sejak unjuk rasa pro-demokrasi mulai dilakukan pada bulan Maret.
Penyiar televisi melaporkan jutaan warga Suriah menyatakan dukungan terhadap reformasi yang diumumkan Assad hari Senin.
Gambar TV memperlihatkan kerumunan besar penduduk membawa foto Assad dan mengibarkan bendera Suriah.
Reformasi tidak cukup
Hari Senin, pengunjuk rasa anti-pemerintah mengatakan reformasi tidak cukup. Satu-satunya jalan keluar adalah perubahan rezim.
Demonstran juga menegaskan tidak terdapat pengumuman diakhirinya kekerasan, demikian juga tentang pertanggungjawaban pihak keamanan dalam menangani kerusuhan baru-baru ini.
Presiden memerintahkan amnesti umum pada tanggal 31 Mei bagi semua tahanan politik termasuk anggota Ikhwanul Muslimin yang dilarang.
Ratusan tahanan dibebaskan tetapi ribuan orang lainnya masih dipenjara, kata kelompok hak asasi manusia.





























