Korban bom mobil Afghanistan dimakamkan

Para korban serangan bom mobil di sebuah rumah sakit di Provinsi Logar, Afghanistan, telah dimakamkan.
Sebanyak 38 orang, termasuk wanita hamil, anak-anak, dokter dan perawat, tewas dalam serangan di Azra, kata para pejabat di sana.
Insiden hari Sabtu tersebut tercatat sebagian serangan terhadap fasilitas medis dengan korban paling besar sejak Taliban ditumbangkan pada tahun 2001.
Ledakan menghancurkan rumah sakit, dan menyebabkan beberapa orang terkubur di bawah puing-puing bangunan.
Para pejabat menuding Taliban sebagai pelaku serangan, tapi kelompok yang pernah berkuasa di Afghanistan itu menepis tudingan.
Jurubicara Taliban mengatakan orang-orang militan tidak menjadikan warga sipil sebagai sasaran dan ''seseorang dengan agenda'' berada di belakang ledakan tersebut.
Korban tewas dalam serangan hari Sabtu tersebut mungkin lebih tinggi dari angka resmi, sebab keluarga dan kerabat sebagian orang yang tewas dalam ledakan langsung membawa pulang jenazah, kata pejabat.
Seorang pejabat intelijen mengatakan rumah sakit di distrik Azra itu mungkin bukan sasaran yang dikehendaki, tapi si pelaku serangan bom bunuh diri memicu bahan peledak ketika polisi mencoba menghentikan mobilnya.





























