Tokoh oposisi Suriah akan bertemu

Sumber gambar, AFP
Para tokoh oposisi Suriah akan menggelar sebuah konferensi di Damaskus hari ini, Senin, 26/06, untuk membicarakan upaya mengubah negaranya menjadi demokratis.
Konferensi yang dihadiri oleh para intelektual dan tokoh oposisi Suriah ini merupakan pertemuan resmi pertama sejak maraknya unjuk rasa anti pemerintah sekitar tiga bulan lalu.
Para peserta pertemuan mengatakan tidak menerima ancaman sehubungan dengan rencana tersebut.
Mereka juga menegaskan tidak akan memberi konsesi kepada pemerintah dan menginginkan berakhirnya kekerasan dan pembunuhan atas para pengunjuk rasa.
Pemerintah Suriah menggunakan kekuatan militer dalam upayanya untuk menghentikan unjuk rasa, namun hingga saat ini para pengunjuk rasa masih belum mundur dari aksinya.
Sementara itu pemerintah berupaya mencari jalan tengah dalam mengatasi kerusuhan yang sudah berlangsung selama tiga bulan belakangan sambil mengulur-ulur waktu, seperti dilaporkan wartawan BBC di Damaskus, Lina Sinjab.
Hanya konsultasi
Seorang lawan politik Assad, Aref Dalila dari kelompok Alawite, menegaskan bahwa pemerintah Suriah tidak akan bisa memanfaatkan konferensi ini untuk kepentingannya.
Aref Dlila -yang dihukum penjara selama hampir delapan tahun karena mengkritik korupsi di kalangan pejabat pemerintah- menambahkan pertemuan akan menolak kebijakan pemerintah dan tidak akan mundur dari tuntutan kebebasan dan demokrasi.
Bagaimanapun muncul sejumlah pertanyaan sehubungan dengan pertemuan tersebut.
Editor stasiun Barada TV yang mendukung oposisi , Malik al-Abdeh, mengatakan konferensi lebih sebagai pertemuan konsultasi.
"Itu bukan konferensi oposisi seperti yang digambarkan orang. Pada intinya merupakan pertemuan konsultasi, dan begitulah yang disebutkan oleh orang-orang yang mengorganisirnya."
Malik menambahkan tidak semua peserta berasal dari kelompok oposisi.
"Itu pertemuan dari sekitar seratus intelektual, akademisi, wartawan yang berada di oposisi dan sebagian adalah pendukung pemerintah. Idenya adalah membahas cara-cara agar Suriah bisa bergerak ke arah demokrasi di masa depan," tambahnya.





























