Unjuk rasa kembali terjadi di Suriah

Sumber gambar, ap
Pengunjuk rasa penentang Presiden Bashar al-Assad turun ke jalan-jalan dinSuriah setelah sholat Jumat, kata para pegiat dan saksi mata.
Sebuah laporan menyebutkan pasukan keamanan menembaki demonstran di Kiswah, selatan ibu kota Damaskus.
Laman Facebook pegiat mengatakan bahwa slogan demonstrasi hari ini adalah: "Bashar bukan lagi presiden saya dan pemerintahnya tidak lagi mewakili saya".
Seruan itu dikeluarkan setelah Presiden Assad menjanjikan dialog dan reformasi dalam pidatonya yang ketiga kepada rakyat sejak awal aksi demonstrasi.
Namun kalangan oposisi menepis tawaran reformasi itu dan menyebut pernyataan itu "hanya di bibir dan tidak cukup".
Operasi militer Suriah baru-baru ini di kawasan utara negara itu menyebabkan banyak pengungsi Suriah meninggalkan desa mereka.
Ribuan pengungsi
Turki, tetangga Suriah di utara, mengatakan lebih dari 1.500 orang sudah menyeberang ke perbatasan setelah pasukan Suriah dan tank-tank mereka masuk ke desa Khirbet al-Jouz.
Namun secara total sudah 11.700 pengungsi Suriah menyeberang dan mencari perlindungan di Turki, demikian diumumkan pemerintah Turki.
Uni Eropa sudah memperbesar sanksi terhadap Suriah.
Organisasi itu sudah mencantumkan nama tiga anggota Pengawal Revolusi Iran dan empat orang Suriah ke daftar nama orang yang aset-asetnya dibekukan dan dicekal masuk.
Jurnal resmi Uni Eropa menyebutkan ketiga anggota Pengawal Revousi Iran yang diberi sanksi itu selama ini "menyediakan peralatan dan dukungan untuk membantu rezim Suriah membasmi aksi protes di Suriah".
Uni Eropa juga sudah merancang sebuah deklarasi bersama yang mengecam "kekerasan yang mengejutkan dan tidak bisa diterima oleh rezim yang terus dilakukan oleh rezim Suriah terhadap rakyat mereka sendiri".
Para pemimpin Uni Eropa diperkirakan akan mengeluarkan deklarasi itu hari ini.





























