Panetta: militer AS akan tetap yang terkuat

Sumber gambar, Getty
Menteri Pertahanan Amerika Serikat yang baru saja dilantik, Leon Panetta, mengatakan pihaknya akan memastikan militer AS tetap yang terkuat di dunia meski tengah mengalami pengetatan anggaran.
Dalam pesan kepada seluruh staf dan tentara AS, Panetta meyakini disiplin anggaran tidak semestinya mengurangi kekuatan pertahanan nasional.
"Kita akan bekerja sama mewujudkan dua tujuan tersebut," kata Panetta.
Anggaran pertahanan AS adalah yang terbesar di dunia namun sekarang harus dipangkas di tengah besarnya defisit dan hutang pemerintah yang masing-masing mencapai US$1,4 triliun dan US$14 triliun.
Presiden Barack Obama meminta Departemen Pertahanan melakukan penghematan US$400 miliar selama 12 tahun ke depan seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Sebelum berkantor di Pentagon, Panetta dikenal sebagai direktur badan intelijen AS (CIA).
Posisinya di CIA digantikan oleh Jenderal David Petraeus, komandan pasukan AS di Afghanistan dan Irak.
Irak dan Afghanistan
Panetta (73 tahun) tiba di Pentagon di hari pertamanya sebagai menteri pertahanan dengan disambut Mayor Jenderal Marinir John Kelly, asisten militer senior Robert Gates, pejabat yang digantikan Panetta.
Mayjen Kelly akan tetap menjalankan tugas tersebut di bawah Panetta.
Panetta antara lain akan mengawasi penarikan mundur pasukan AS dari Afghanistan.
Sekitar sepertiga pasukan AS ditarik pertengahan tahun depan. Jadual ini lebih cepat dari rekomendasi para perwira tinggi AS.
Ia juga akan mengawasi penarikan mundur seluruh pasukan AS dari Irak.
Bulan lalu di depan para anggota Kongres, Panetta mengatakan mungkin Irak akan meminta AS mempertahankan kehadiran militer setelah 2011.
"Menjadi kepentingan AS untuk membantu keinginan rakyat mewujudkan demokrasi. Irak yang stabil dan demokratis sangat penting bagi kawasan," kata Panetta seperti dikutip kantor berita Reuters.
Panetta bukan wajah baru di jajaran militer dan pemerintahan AS. Ia pernah menjadi direktur anggaran dan kepala staf Gedung Putih.
Pada tahun 1960-an ia pernah menjadi perwira intelijen.





























