Kasus Dominique Strauss-Kahn 'tidak kuat'

Sumber gambar, Getty
Kasus serangan seksual yang diduga dilakukan mantan ketua Dana Moneter Internasioal (IMF) Dominique Strauss-Kahn mungkin tidak diteruskan karena kredibiltas korban diragukan.
Pejabat penegak hukum mengatakan kepada media di Amerika Serikat bahwa korban berkali-kali berbohong sejak dugaan serangan tanggal 14 Mei tersebut.
Pembantu kelahiran Guinea juga sepertinya berbohong saat mendaftar untuk mendapatkan suaka, kata para pejabat.
Strauss-Kahn dijadwalkan muncul di pengadilan hari Jumat (1/7).
Pengacaranya diperkirakan akan meminta kelonggaran jaminan.
Politikus Prancis berumur 62 tahun ini dikenai tahanan rumah pada sebuah apartemen New York sejak memberikan jaminan senilai US$6 juta. Dia dijaga pengawal bersenjata, pengawasan elektronik, dan memakai gelang pengawasan elektronik.
Mangsa
Dia dikenai tujuh tuduhan termasuk tuduhan pidana -dua kejahatan seksual, satu usaha memperkosa dan satu penyerangan seksual- ditambah tiga pelanggaran pidana ringan termasuk penyekapan tidak sah.
Strauss-Kahn, yang mengundurkan diri sebagai pimpinan IMF untuk membela diri, dengan keras menyangkal semua tuduhan.
Pada sidang sebelumnya, jaksa membicarakan kekuatan kasus ini. Seorang pengacara mengatakan bukti terhadapnya "kuat".
Tetapi media AS sekarang melaporkan jaksa berencana menyatakan kekhawatiran mereka tentang kredibilitas pembantu berumur 32 tahun di depan hakim pada sidang hari Jumat.
Meskipun uji forensik menemukan bukti kuat hubungan seksual antara Strauss-Kahn dengan wanita tersebut, jaksa sekarang tidak mempercayai sebagian besar informasi yang diberikan penuduh tentang kejadian itu dan dirinya sendiri, lapor harian The New York Times.
Tidak Konsisten
Mereka meyakini terdapat ketidakkonsistenan pernyataan yang diberikannya saat meminta suaka, lapor surat kabar tersebut.
Pembantu yang merupakan imigran dari negara Guinea Afrika Barat tersebut mengatakan Strauss-Kahn menyerangnya saat dia memasuki kamar di hotel Sofitel, New York, ketika akan membersihkan ruangan.
Tim pembela diperkirakan akan menyatakan hubungan seksual memang terjadi tetapi atas dasar suka sama suka.
Strauss-Kahn dipandang sebagai calon utama kelompok kiri-tengah Prancis untuk pemilihan presiden sebelum berita tuduhan ini muncul.
Mantan Perdana Menteri Sosialis Lionel Jospin menggambarkan perkembangan terbaru ini sebagai "petir".
"Dia dijadikan mangsa serigala," kata Jospin.
Pernyataannya ini dipandang sebagai kecaman terselubung terhadap sistem peradilan AS.





























