Polisi dibebaskan, kerusuhan berlanjut

Sumber gambar, AFP
Kerusuhan pecah di luar pengadilan Kairo, Mesir setelah tujuh polisi yang diduga membunuh pengunjuk rasa dalam revolusi Februari lalu dibebaskan dengan jaminan.
Para polisi ini dituduh membunuh 17 orang pengunjuk rasa di Suez dalam protes besar-besaran menggulingkan rezim Hosni Mubarak.
Setelah hakim memutuskan untuk membebaskan ketujuh polisi itu dan menunda sidang mereka hingga September, keluarga korban tewas mencoba menyerang para terdakwa yang langsung diselamatkan.
Sejumlah orang bahkan mencoba menyerbu ruangan hakim namun dihalangi para penjaga keamanan pengadilan.
Setelah terlibat bentrok dengan penjaga pengadilan, ratusan orang itu kemudian memblokade jalan raya yang menghubungkan Kairo dengan Suez.
Sementara sejumlah orang lainnya bertahan di dalam gedung pengadilan sambil meneriakkan protes mereka.
Frustrasi
Sekitar 850 orang dipastikan tewas dalam unjuk rasa dan bentrokan selama 18 hari yang akhirnya memaksa Hosni Mubarak turun dari kekuasaannya pada 11 Februari lalu.
Bentrokan di gendung pengadilan ini adalah aksi kekerasan terbaru di Mesir setelah pekan lalu polisi dan massa bentrok di Lapangan Tahrir yang mengakibatkan ratusan orang terluka.
Kerusuhan ini merupakan puncak rasa frustrasi yang menghinggapi para aktivis dan keluarga korban terhadap proses pengadilan yang dinilai sangat lambat.
Proses pengadilan dinilai lambat terutama jika menyangkut para petugas polisi dan para mantan penjabat senior Mesir.
Padahal, proses pengadilan masih terus berlangsung termasuk untuk Hosni Mubarak dan putranya Alaa yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.





























