Serangan bom di Irak tewaskan puluhan orang

Suasana setelah ledakan bom

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Secara umum kekerasan di Irak mengalami penurunan tetapi bulan lalu tercatat 270 orang tewas

Sedikitnya 27 orang terbunuh dan 50 orang mengalami luka-luka akibat dua ledakan bom di kantor pemerintah Irak yang mengurus kartu tanda penduduk, kata para pejabat.

Wakil Menteri Kesehatan Irak Khamis al-Saad mengatakan ledakan menewaskan 27 orang, namun seorang pejabat di Kementerian Dalam Negeri mengatakan jumlah korban tewas mencapai 35 orang.

Para pejabat mengatakan kantor yang terletak di kota Taji, sekitar 20 km utara Baghdad, dipenuhi banyak pengunjung pada saat kejadian.

Mereka mengatakan serangan pertama berupa bom mobil dan kemudian disusul dengan bom yang diletakkan di pinggir jalan ketika warga mulai memberikan pertolongan kepada para korban.

"Kantor itu penuh dengan pengunjung yang hendak mengurus surat-surat resmi dan juga terdapat polisi serta pegawai," kata Walikota Taji, Raad al-Tamimi.

Serangan roket

Seorang pejabat kepolisian Irak mengatakan kantor yang diserang itu bersebelahan dengan kantor pemerintah setempat.

Peta Taji

Sumber gambar, BBC World Service

Pada saat kejadian, walikota Taji, para pejabat keamanan setempat dan sejumlah pemuka masyarakat sedang menghadiri pertemuan di kantor pemerintah.

Serangan ini terjadi sehari setelah beberapa serangan terhadap polisi dan tentara yang menewaskan 10 orang.

Dalam perkembangan terpisah, seorang juru bicara keamanan Baghdad Qassim Atta mengatakan lima orang tewas akibat serangan roket Senin malam.

Roket mendarat di bagian pelataran Hotel Al-Rasheed, Baghdad yang digunakan sebagai penginapan sementara para karyawan hotel.

Atta menambahkan dua orang telah ditangkap di distrik Zafraniyah, tempat peluncuran roket.

Keamanan membaik

Pihak keamanan menyita roket Katyusha, peluncur roket, dan kamera video dari mereka.

Secara umum kondisi keamanan di Irak membaik tetapi bulan Juni tercatat sebagai bulan yang banyak merenggut korban jiwa pada 2011.

Jumlah warga sipil yang tewas selama Juni 2011 tercatat 271 atau naik 34% dibanding jumlah korban tewas bulan Mei.

Selain warga sipil, serangan-serangan pada bulan Juni juga menewaskan 14 tentara Amerika Serikat.

Pemerintah Irak menuding al-Qaida berada di balik serangan, tetapi militer Amerika mengatakan milisi yang didukung Iran bertanggungjawab atas serangan terhadap tentara Amerika.