Bom di Irak Tengah, 21 orang tewas

Gedung pemerintah kerap menjadi sasaran bom di Irak, seperti terjadi di Baquba awal tahun ini.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Gedung pemerintah kerap menjadi sasaran bom di Irak, seperti terjadi di Baquba awal tahun ini.

Sedikitnya 21 orang tewas saat dua buah bom meledak di sebuah pos pemeriksaan dekat kantor Gubernur Diwaniya, 150km sebelah selatan ibukota Irak, Baghdad.

Serangan bom ini adalah serangan terbaru yang menjadikan kantor-kantor pemerintahan sebagai target utama.

Diwaniya adalah kawasan miskin dengan penduduk mayoritas Syiah. Sejumlah kelompok bersenjata diketahui menjadikan kawasan ini sebagai pusat kegiatan mereka.

Menurut keterangan aparat keamanan setempat, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya dan sebuah bom mobil meledak di luar kantor gubernur saat pergantian penjaga dilakukan di pos pemeriksaan itu.

"Sejauh ini jumlah korban tewas mencapai 21 orang," kata juru bicara dewan provinsi Fadhel Mawat.

Sementara itu Kepala Komite Keamanan Provinsi Diwaniya Kareem Isghair mengatakan bom itu sengaja mengincar personel keamanan saat mereka tengah melakukan pergantian jaga.

Aksi pemboman dan pembunuhan di Irak menurun drastis sejak puncak pertikaian sektarian terjadi tahun 2006-2007. Namun, perlawanankelompok militan yang terkait Al-Qaeda dan milisia Syiah masih melakukan berbagai serangan.

Sementara itu, serangan terhadap aparat keamanan dan pejabat lokal semakin meningkat seiring rencana penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dari Irak yang dijadwalkan selesai akhir tahun ini setelah lebih dari delapan tahun menduduki Irak.

Sepekan lalu, kelompok bersenjata dan pengebom bunuh diri menyerang gedung pemerintah di Baquba, Provinsi Diyala.

Serangan itu menewaskan sedikitnya delapan orang sebelum pasukan Irak dan Amerika Serikat mengambil alih gedung tersebut.