Jepang batalkan penghidupan kembali PLTN

Sumber gambar, bbc
Para pejabat Jepang selatan menghentikan rencana menghidupkan kembali dua pembangkit nuklir.
Sebelumnya pemerintah menyampaikan rencana melakukan tes tekanan pada semua pembangkit listrik tenaga nuklir negara itu.
Wali kota Genkai di Kyushu menyatakan kemarahannya karena sebelumnya pemerintah menjamin pembangkit aman untuk dihidupkan kembali.
Lebih dua pertiga pembangkit nuklir Jepang tidak difungsikan karena gempa dan tsunami bulan Maret yang menyebabkan kebocoran radiasi di pembangkit Fukushima.
Masalah ini menimbulkan krisis energi di negara tersebut.
Tes tekanan
Tes tekanan ditujukan untuk menguji ketahanan semua PLTN Jepang menyusul kerusakan yang dialami PLTN Fukushima Daiichi pasca gempa dan tsunami.
Sekarang hanya 19 dari 54 reaktor Jepang yang masih beroperasi dan ada banyak PLTN lainnya yang akan ditutup untuk pemeriksaan rutin, memaksa warga untuk menghemat energi.
Menteri Ekonomi Perindustrian dan Perdagangan Banri Kaieda mengumumkan rencana ini sekaligus menjanjikan kalau persediaan listrik di masa puncak musim panas masih cukup tersedia.
PLTN Fukushima masih mengalami krisis setelah gempa berkekuatan 9.0 SR dan gelombang tsunami 11 Maret menghancurkan sistem pendingin PLTN yang dioperasikan oleh Tepco.
Bocoran radioaktif sempat terlontar ke udara, tanah, dan laut dalam insiden bencana nuklir yang dsiebut terburuk sejak Chernobyl di tahun 1986.
Bencana gempa dan tsunami itu sendiri merupakan tragedi terburuk bagi Jepang setelah Perang Dunia II.





























