Aktivis pro-Palestina dicegah masuk Israel

Sumber gambar, AP
Puluhan aktivis pro-Palestina yang mencoba masuk Israel dihadang di bandara-bandara Eropa, atau dideportasi setelah tiba di Tel Aviv.
Aparat Israel meminta maskapai penerbangan asing agar mencegah calon penumpang yang tercantum dalam daftar cegah tangkal Israel masuk negara tersebut.
Para aktivis berencana untuk menghabiskan satu pekan di Tepi Barat yang diduduki Israel.
Aksi mereka yang dinamai "flytilla" berlangsung ketika aparat Yunani menghadang konvoi kapal bantuan yang mencoba berlayar untuk membobol blokade Israel terhadap Gaza.
Laporan-laporan menyebutkan dua wanita Amerika yang semula ikut dalam konvoi kapal telah diusir dari Bandara Ben Gurion setelah terbang dari Athena untuk bisa ikut dalam unjuk rasa di Tepi Barat.
Kelompok bernama Welcome to Palestine mengundang 600 hingga 1.000 warga asing untuk mengunjungi beberapa lokasi termasuk Bethlehem dan Ramallah hari Sabtu.
Para aktivis berencana melapor kepada imigrasi Israel tentang niat mereka untuk hanya mengunjungi wilayah Palestina ketika tiba di bandara dengan pertimbangan hal itu bisa menyebabkan mereka dilarang masuk.
Orang-orang yang menggalang aksi ini mengatakan tujuan mereka adalah menyoroti kenyataan bahwa Israel mengendalikan perbatasan Palestina.
'Tak dikehendaki'

Sumber gambar, AFP
Sejumlah aktivis ditolak terbang dari bandara Roissy Charles de Gaulle Paris ketika mereka mencoba naik pesawat ke Tel Aviv dengan penerbangan maskapai Hungaria Malev.
Juru bicara bandara mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pesanan penerbangan mereka dibatalkan atas permintaan pemerintah Israel yang telah menerbitkan ''daftar orang-orang yang tidak dikehendaki''.
Dalam pernyataan hari Jumat (8/7), Welcome to Palestine menyatakan kebiajakan mencegah aktivis pergi ke Israel ''provokasi, pemerasan dan ilegal''.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pihak berwenang agar "bertindak tegas sambil mencoba menghindarkan gesekan yang tidak perlu'' dengan siapapun yang ikut serta dalam provokasi, kata pernyataan yang dikeluarkan kantornya.
Pengamanan diperketat di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv. Polisi Israel mengatakan aparatnya bertekad menghentikan setiap gangguan.





























