Presiden Yaman muncul di TV

Presiden Ali Abdullah Saleh

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Saleh muncul di TV dalam kondisi tangan diperban dari Arab Saudi

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh muncul untuk pertama kalinya di layar televisi sejak mengalami luka bakar parah akibat serangan di istananya bulan lalu.

Presiden Saleh tidak menggerakkan lengannya, sementara dua tangannya nampak masih diperban.

Dia menjalani sejumlah perawatan medis di Arab Saudi sejak serangan 6 Juni lalu, yang menurut sejumlah pejabat bersumber dari ledakan bom.

Yaman diguncang rusuh selama berbulan-bulan dimana para pemrotes menuntut mundurnya Presiden Saleh.

Saleh menolak mundur dan melawan sejumlah upaya untuk menengahi situasi kisruh ini.

Operasi sukses

Saat berbicara di layar televisi milik negara Yaman Kamis (07/07), Presiden Saleh mengatakan dialog diperlukan untuk mengatasi masalah di negara itu.

Menurut Saleh dirinya menyambut ajakan untuk berbagi kekuasaan, namun harus "dalam kerangka konstitusi dan hukum".

Terkait luka-luka yang dideritanya, Saleh mengakui bahwa dirinya telah menjalani "lebih dari delapan kali operasi yang sukses".

"Saya mengalami luka bakar karena kecelakaan itu. Operasi juga dijalani sejumlah pejabat seperti ketua parlemen, perdana menteri, wakilnya, serta gubernur Sanaa. Lebih dari 87 orang cedera."

Saleh masih menjalani pemulihan di Arab Saudi, meski muncul spekulasi di Yaman bahwa dirinya akan segera kembali.

Sejumlah diplomat negara Barat telah membantu uaya pengungkapan serangan itu dan membenarkan bahwa sebentuk besar material peledak TNT diletakkan di dalam masjid yang dipakai Presiden Saleh untuk melakukan shalat Jumat.

Saleh telah berkuasa di Yaman sejak 1978. Kepergiannya ke Arab Saudi diikuti kerusuhan berminggu-minggu yang menewaskan sedikitnya 350 orang.

Kelompok oposisi menuding pemerintah ibukota Sanaa menggunakan isu ancaman kelompok jihadi sebagai upaya untuk menangguk dukungan negara Barat.