Serangan pesawat tak berawak, 30 tewas

Sumber gambar, Getty
Paling tidak 30 orang tewas karena serangan sejumlah pesawat tidak berawak di daerah kesukuan Pakistan barat laut hari Selasa (12/7).
Pesawat-pesawat tersebut menargetkan sasaran yang diduga kelompok milisi lewat tiga serangan peluru kendali di Waziristan Utara dan Selatan.
Amerika Serikat mengatakan daerah tersebut adalah tempat tinggal pemberontak al-Qaida dan Taliban.
Serangan ini dilakukan beberapa hari setelah AS mengumumkan akan memotong bantuan militer kepada Pakistan sebesar US$800 juta.
Tidak berpengaruh
Juru bicara militer Pakistan menegaskan pemotongan bantuan militer Amerika Serikat tidak akan mempengaruhi kemampuan dalam memerangi kelompok terorisme.
"Kami akan meneruskan operasi kami seperti di masa sebelumnya," kata Jenderal Athar Abbas kepada BBC.
Jenderal Abbas menambahkan mereka belum mendapat pemberitahuan resmi tentang alasan di balik pemotongan bantuan sebesar US$800 juta itu.
Jumlah itu mencapai sepertiga dari bantuan keamanan tahunan AS kepada Pakistan.
Pengalihan bantuan
Masih belum diketahui bagian militer Pakistan yang paling terpukul dengan pemotongan bantuan itu karena masih menunggu rinciannya.
Namun, menurut Jenderal Abbas, militer Pakistan sudah meminta agar bantuan militer dialihkan pada penduduk sipil di wilayah-wilayah yang paling memerlukan bantuan.
Pakistan sudah lama menjadi sekutu penting Washingtin dalam perang terhadap al-Qaida dan militan Taliban, yang menggunakan kawasan suku pedalaman Pakistan di dekat perbatasan Afghanistan sebagai tempat bersembunyi.
Serangan pesawat tak berawak AS terhadap kelompok militan di wilayah Pakistan dekat perbatasan Afghanistan yang terus berlangsung menjadi salah satu sumber ketegangan militer AS dan Pakistan karena menyebabkan korban sipil jatuh.





























