Presiden Karzai tersedu di pemakaman adiknya

Sumber gambar, AP
Presiden Hamid Karzai menitikkan air mata saat menguburkan jenazah adik tirinya, Ahmad Wali Karzai, di pemakaman keluarga mereka di di desa Karz, sekitar 20km dari ibukota Provinsi Kandahar, Afghanistan Rabu (13/07).
Berurai air mata, Karzai mencium kening jenazah adiknya sebelum menyerukan pada milisi Taliban agar menghentikan kekerasan.
"Pesan saya [pada Taliban] adalah agar sesama warga negara, sesaudara, menghentikan pembunuhan terhadap rakyat kita," kata Karzai. "Membunuh itu mudah semua orang bisa, tapi manusia sejati adalah mereka yang bisa menyelamatkan orang lain."
Bus-bus penuh dengan pelayat mengikuti arak-arakan mobil jenazah dari kantor gubernur provinsi Kandahar menuju pemakaman.
Sementara sejumlah berita menyebut mobil seorang pejabat meledak setelah pemakaman.
Menurut kantor berita AP dua anggota rombongan dari kantor gubernur provinsi Helmand, Gulab Mangal, juga cedera akibat bom di sisi jalan diluar kota Kandahar.
Pengawalan sangat ketat dimana helikopter mengitari udara dan tentara disebar dimana-mana.
Preman korup?
Pembunuhan Wali Karzai Selasa lalu merupakan bagian terakhir dan salah satu aksi pembunuhan dengan terget tertinggi yang pernah terjadi di Afghanistan diantara berbagai kasus pembunuhan pejabat dan politisi senior sebelumnya.
Kasus ini membuat orang makin bertanya-tanya apa upaya yang bisa dilakukan untuk mengawal seorang pejabat tinggi di Afghanistan.
Lowongnya posisi Wali Karzai yang kontroversial, dituding biang korupsi dan pemasok obat bius serta memelihara milisi bersenjata tetapi merupakan sekutu terdekat NATO dan Barat untuk melawan Taliban, juga meninggalkan persoalan besar tentang bagaimana mencegah situasi vakum politik ini dimanfaatkan Taliban.
Karzai ditembak dua kali oleh kepala pengawalnya, Sardar Mohammed, yang sudah bertahun-tahun menjadi orang kepercayaannya.
Mohammed lalu ditembak mati hampir bersamaan dengan penembakan atas Karzai, dimana serangan itu kemudian diklaim Taliban sebagai puncak pencapaian mereka dalam 10 tahun perang di Afghanistan.
Ahmad Wali Karzai diberitakan punya banyak seteru selain Taliban, antara lain jaringan kriminal lain setempat yang juga menginginkan kematiannya, kata wartawan BBC di Kabul, Quentin Sommerville.
Namun dimata pendukungnya, adik tiri Hamid Karzai ini adalah pejuang hak warga suku Pashtun, salah satu suku asli Afghanistan. Presiden Karzai berkali-kali membela Wali Karzai dari berbagai kritik.
Posisi Ahmad Wali Karzai bisa digantikan oleh tokoh kuat yang terkait dengan para tetua suku lokal atau mungkin saudara laki-laki Presiden Karzai lainnya, kata mantan anggota parlemen Afghanistan Daoud Sultanzoy kepada BBC.
"Di (wilayah) selatan kita punya masalah obat bius, pemberontak, pemerintahan lemah dan populasi yang acuh tak acuh. Jadi campuran kemampuan untuk mengatasi semua persoalan ini adalah kualitas yang sangat, sangat penting dalam diri seseorang yang bisa mengisi kekosongan ini."





























