Yaman kekurangan bahan bakar

Sumber gambar, AP
Sumber-sumber medis di Yaman mengatakan kepada BBC sedikitnya 18 orang tewas dalam bentrokan yang dipicu oleh kekurangan bahan bakar terus menerus.
Mereka mengatakan puluhan warga mengalami luka-luka dalam aksi kekerasan menyusul perang mulut di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum, SPBU.
Perang mulut kecil bisa menyulut kekerasan dengan mudah karena banyak penduduk memiliki senjata, lapor wartawan BBC Sebastian Usher.
Antrian di SPBU dilaporkan mencapai 5km dan sebagian warga harus menunggu dua minggu sebelum bisa mengisi bahan bakar di tengah kenaikan harga BBM.
Kelompok bersenjata
Banyak warga terpaksa membeli BBM dari pasar gelap, tetapi harganya lima kali lipat dibanding harga BBM pada umumnya di negara-negara lain. Sebagian kalangan bahkan menuding pemilik SPBU telah memperburuk masalah dengan menjual pasok ke pasar gelap.
Menurut beberapa laporan, kelompok bersenjata dari partai berkuasa menerobos antrian dan mengambil bahan bakar secara paksa.
Kekurangan bahan bakar di Yaman disebabkan serangan terhadap jaringan pipa minyak utama pada Maret lalu. Kerusakan tersebut hingga kini belum diperbaiki karena Yaman mengalami pergolakan.

Sumber gambar, AP
Yaman nyaris lumpuh akibat pergolakan menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh. Arab Saudi telah menyumbang tiga miliar barel minyak tetapi sumbangan tersebut tidak memecahkan masalah secara keseluruhan.
Kekurangan minyak tidak hanya berdampak pada pengguna jalan, tetapi rumah sakit dan rumah tangga juga mengalami persoalan yang sama.





























