Mesir ubah kabinet, demo terus berjalan

Pengunjuk rasa kembali ke Lapangan Tahrir

Sumber gambar, ap

Keterangan gambar, Pengunjuk rasa kembali ke Lapangan Tahrir

Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf memulai perubahan kabinet sementara unjuk rasa menuntut percepatan reformasi politik terus berjalan.

Menteri Luar Negeri Mohammed al-Orabi mengundurkan diri sementara dua wakil perdana menteri diangkat.

Pengunjuk rasa di antaranya menuntut para pejabat korup di bawah Presiden Mubarak diadili.

Seorang jenderal yang mengunjungi Lapangan Tahrir diejek para demonstran.

Di bawah tekanan keras gelombang baru unjuk rasa, Sharaf melakukan perubahan menyeluruh pemerintahan.

Media pemerintah melaporkan 15 menteri diperkirakan akan diganti. Ini dipandang sebagai langkah penghapusan terbesar terhadap orang-orang yang dekat dengan Mubarak.

Orabi yang dikenal terlalu dekat dengan rezim Mubarak mengundurkan diri kurang sebulan setelah menjabat.

Dia ingin "mempermalukan perdana menteri sementara saat ini sedang dilakukan perundingan perubahan kabinet", katanya seperti dikutip kantor berita pemerintah Mena.

Demo sepatu

Sharaf ikut serta dalam unjuk rasa menentang Mubarak

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Sharaf ikut serta dalam unjuk rasa menentang Mubarak

Sharaf yang memimpin pemerintahan sementara dan memiliki kekuasaan terbatas di bawah penguasa militer, mengangkat dua wakil perdana menteri.

Ekonom Hazem El Beblawi (74 tahun) dan pimpinan partai tertua Mesir Wafd Ali al-Silmi, 75 tahun.

Banyak warga Mesir tidak puas dengan dewan militer yang menggantikan Mubarak.

Mayor Jenderal Tarek el-Mahdi mengunjungi Lapangan Tahrir Square hari Sabtu berusaha mengajak pengunjuk rasa berhenti mogok makan.

Tetapi ketika berbicara di mimbar dia diejek dan dilempari sepatu sehingga Mahdi harus mengakhiri kunjungannya.

Lapangan Tahrir adalah pusat kerusuhan yang memaksa Presiden Mubarak turun.