Pakistan tuding AS lakukan fitnah

Ghulam Nabi Fai dituding bekerja untuk dinas intelijen Pakistan.

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Ghulam Nabi Fai dituding bekerja untuk dinas intelijen Pakistan.

Pemerintah Pakistan tuding Amerika Serikat melakukan fitnah terkait penahanan seorang laki-laki kelahiran Kashmir yang diduga melakukan kegiatan mata-mata di Washington.

Ghulam Nabi Fai, seorang warga AS berusia 62 tahun itu, dituduh bekerja untuk dinas rahasia Pakistan di Washington untuk melobi kemerdekaan Kashmir.

Dan, akibat dianggap tak melaporkan diri sebagai agen negeri asing maka sejak Selasa (19/7), Ghulam Nabi Fai ditahan.

Selain Ghulam, seorang lainnya, Zaheer Ahmad, warga AS keturunan Pakistan juga dikenakan tuduhan yang sama. Zaheer Ahmad saat ini diyakini berada di Pakistan.

Keduanya terancam hukuman penjara maksimal lima tahun jika tuduhan ini terbukti di pengadilan.

Lobi politik

Kedua orang ini diduga memiliki kaitan dengan upaya pemerintah Pakistan yang mengucurkan dana jutaan dolar AS ke Dewan Kashmir Amerika untuk melobi sejumlah politisi AS terkait Kashmir.

Dewan Kashmir Amerika ini diduga kuat dikelola Dinas Intelijen Pakistan (ISI)

Pemerintah AS mengatakan kelompok ini bahkan menyumbangkan uang untuk kampanye pemilihan umum, mendanai sejumlah konferensi serta upaya lainnya termasuk bertemu dengan para pejabat Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri.

Namun, tudingan ini dibantah Dewan Kashmir Amerika dan menegaskan lembaga ini hanya memiliki sedikit dana serta tidak menerima sumbangan apapun dari luar negeri.

Kashmir adalah wilayah yang disengketakan India dan Pakistan, sejak kedua negara ini berpisah tahun 1947.

Protes Islamabad

Sejumlah analis mengatakan penangkapan Ghulam Nabi Fai ini akan memperburuk hubungan antara Washington dan Islamabad.

Hubungan kedua negara memburuk sejak AS menduga Dinas Intelijen Pakistan telah mengetahui keberadaan Osama bin Laden di negeri itu namun tak berbuat apa-apa..

Dan, memang pemerintah Pakistan langsung melayangkan protes atas penangkapan dan tudingan pemerintah Amerika Serikat ini.

"Pemerintah Pakistan sudah memasukkan protes melalui Kedubes AS di Islamabad, terutama soal fitnah Amerika terhadap Pakistan," demikian pernyataan resmi Kemenlu Pakistan.

Ungkapan protes juga datang dari organisasi separatis Kashmir, yang menganggap penahanan itu adalah sebuah konspirasi.

"Kami mengutuk penangkapan Ghulam. Penangkapan itu bertujuan menekan suara yang menginginkan kemerdekaan Kashmir dari India," kata seorang anggota separatis Kashmir, Sabir Shah seperti dikutip AFP.