AS-Korut gelar pembicaraan pekan ini

Menlu AS Hillary Clinton berharap bisa mengajak kembali Korea Utara ke meja perundingan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Menlu AS Hillary Clinton berharap bisa mengajak kembali Korea Utara ke meja perundingan.

Rencana perundingan antara Korea Utara dan Amerika Serikat diharapkan dapat menurunkan ketegangan politik di Semenanjung Korea.

Namun, pembicaraan yang akan digelar pekan ini tersebut diyakini tak akan menghasilkan terobosan baru upaya penghentian program nuklir Korea Utara.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, menyatakan Wakil Menlu Korea Utara, Kim Kye-Gwan akan tiba di New York pekan ini.

Kedatangan Kim adalah untuk melakukan pembicaraan 'penjajakan' kemungkinan dimulainya kembali perundingan nuklir Korea Utara yang lama terhenti.

Ketegangan semenanjung Korea meningkat setelah pembicaraan enam negara terkait nuklir Korea Utara dihentikan setelah negeri komunis itu menarik diri dari meja perundingan, Desember 2008.

Undangan Clinton ini disampaikan setelah delegasi kedua Korea melakukan pertemuan di Bali, Jumat (22/7) di sela-sela pertemuan ASEAN Regional Forum.

Tak ada tawaran

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, menyatakan pemerintah AS ingin mengajak kembali Korea Utara ke meja perundingan enam negara.

Namun, lanjut Clinton, pemerintah AS tidak akan menawarkan apapun agar Korea Utara mau kembali berunding.

"Kami tidak akan memberikan tawaran apapun untuk sesuatu yang telah mereka sepakati sebelumnya," kata Clinton.

"Kami juga tidak berselera untuk mengejar negosiasi yang hanya akan membawa kita ke titik yang sudah kita capai sebelumnya," tegas Clinton.

Di bawah perjanjian 2005, Korea Utara sepakat untuk menghentikan program nuklirnya sebagai penukar konsesi diplomasi dan keamanan ditambah bantuan kemanusiaan.

Namun, kemudian Korea Utara menarik diri dari perundingan dan bahkan melakukan uji coba senjata nuklirnya.

Tak hanya itu, Korea Utara melakukan provokasi dengan menembaki Pulau Yeongpyeong milik Korea Selatan yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia.