AS dan Korea Utara bahas program nuklir

Sumber gambar, AP
Amerika Serikat mengatakan pembahasan program nuklir dengan Korea Utara berjalan dengan serius.
Pembicaraan antara utusan AS untuk Korea Utara Stephen Bosworth dan Deputi Menteri Luar Negeri Korea Utara Kim Kye-gwan berlanjut Jumat ini di New York.
Pejabat AS mengatakan pembicaraan berjalan serius mengenai kemungkinan Korea Utara bernegosiasi untuk program nuklir yang berakhir pada 2008 lalu.
Korea Utara melakukan uji coba nuklir pada 2006 dan 2009.
"Diskusi pada hari ini berjalan serius dan seperti pertemuan bisnis," seperti disampaikan dalam pernyataan AS, setelah pembicaraan Kamis. "Kami berharap dapat melanjutkan pertemuan kami besok."
Kim mengatakan "suasana bagus, dan pertemuan berjalan dengan konstruktif dan menarik. Kami bertukar pandangan tentang masalah-masalah umum."
AS ingin Korea Utara untuk memenuhi komitmennya menandatangani dokumen 2005, yang dibuat agar Korea Utara mengakhiri program nuklirnya dan sebagai pengganti akan mendapatkan bantuan energi dan ekonomi.
"Kami sangat jelas, terbuka, mengenai apa yang kami inginkan, agar Korea Utara menjalankan komitmennya," kata juru bicara Kementrian Luar Negeri Mark Toner.
"Dibutuhkan langkah yang konkrit untuk denuklirisasi."
Pertemuan enam negara yang melibatkan Korea Utara dan Selatan, AS, Rusia, Cina dan Jepang berakhir pada 2008 lalu.
Tetapi pekan lalu, sebuah langkah mengejutkan dilakukan pejabat Korea Utara dengan bertemu mitranya di Korea Selatan disela-sela pertemuan mengenai masalah keamanan yang digelar di Indonesia.
Suhu politik antara kedua Korea meningkat pada tahun lalu setelah dua serangan yang menyebabkan 50 korban dari Korea Selatan.





























