Dua laki-laki berpisau bunuh enam orang

Sumber gambar, 1
Dua laki-laki bersenjata pisau membunuh sedikitnya enam orang dalam sebuah serangan di Provinsi Xinjiang, Cina barat. Demikian dilaporkan media pemerintah.
Para penyerang itu dilaporkan menusuk seorang pengemudi truk sebelum kemudian menyerang sebuah kerumunan orang di kota Kashgar.
Serangan ini adalah yang kedua dalam satu bulan terakhir di Provinsi Xinjiang. Provinsi ini adalah wilayah kaum minoritas Muslim Uighur yang pernah mengalami kerusuhan etnis.
Seorang petugas keamanan setempat mengatakan kedua penyerang itu beretnis Uighur.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan, jadi saya belum memiliki banyak informasi," kata Hou Hanmin seperti dikutip AFP.
Menurut situs berita milik pemerintah Xinjiang, tianshannet.com, kedua penyerang itu membajak sebuah truk yang sedang berhenti di dekat lampu pengatur lalu lintas.
Mereka kemudian menikam si pengemudi hingga tewas sebelum kemudian menabrakkan truk itu ke arah kerumunan warga.
Selanjutnya, kedua penyerang keluar dari dalam truk dan menikam warga secara acak.
Massa kemudian melawan kedua penyerang yang berakibat tewasnya satu penyerang dan satu lainnya berhasil ditangkap.
Ketegangan etnis
Sementara itu, kantor berita Xinhua melaporkan serangan itu diawali dengan dua serangan bom.
Akibat ledakan bom dan serangan pisau itu setidaknya 28 orang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Pemerintah Cina menuding serangan ini dilakukan kelompok militan minoritas Uighur.
Pada 18 Juli lalu sejumlah anggota polisi dan warga sipil terbunuh dalam serangan ke sebuah kantor polisi di kota Hotan.
Pemerintah Cina menuding serangan itu didalangi kelompok minoritas Uighur.
Namun, aktivis Uighur mengatakan serangan itu terjadi setelah polisi melakukan provokasi dengan melepaskan tembakan ke arah unjuk rasa damai.
Mayoritas penduduk Xinjiang adalah etnis Uighur yang beragama Islam dan memiliki ikatan kuat dengan Asia Tengah.
Warga Uighur memprotes membanjirnya etnis Han ke wilayah itu dan membuat warga Uighur tersingkir.
Pada 2009, kerusuhan pecah di Xinjiang yang menewaskan hampir 200 orang sebagai akibat perselisihan antara warga Uighur dan Han.





























