Mesir pindahkan lokasi sidang Mubarak

hosni mubarak

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Mantan Presiden Hosni Mubarak terancam hukuman mati jika tuduhan jaksa terbukti.

Pemerintah Mesir memutuskan untuk mengubah lokasi persidangan mantan Presiden Hosni Mubarak yang akan berlangsung pada Rabu (3/8) mendatang.

Pejabat pengadilan Mesir mengatakan pemindahan lokasi persidangan ke komplek Akademi Kepolisian yang terletak di sebelah utara Kairo dilakukan atas pertimbangan keamanan.

"Sudah menjadi keputusan final bahwa persidangan mantan Presiden Hosni Mubarak, kedua anaknya, Alaa dan Gamal, pengusaha Hussein Salem, mantan Menteri dalam Negeri Habib al-Adly dan enam pembantunya akan digelar pada 3 Agustus di markas Akademi Kepolisian di Masr el-Gedida," kata Ketua Pengadilan Mesir, Abdel Azis Omar seperti dikutip dari kantor berita Mesir, MENA.

Sebelumnya Menteri Kehakiman Mesir, Mohammed Manei pada hari Kamis (28/7) lalu mengatakan persidangan itu akan digelar di Gedung Pemerintah untuk Urusan Investasi, di pusat kota Kairo.

Namun belakangan Ketua Pengadilan Mesir, Abdel Azis Omar mengatakan jika persidangan dilakukan di tempat tersebut mereka akan kesulitan untuk memberikan jaminan perlindungan terhadap gedung-gedung di kawasan tersebut.

Dalam persidangan ini, Mubarak akan menghadapi sejumlah dakwaan diantaranya adalah memerintahkan penembakan terhadap demonstran yang menentang rezim kekuasaannya dalam aksi demonstrasi yang berlangsung sepanjang bulan Februari lalu.

Mubarak membaik

Setidaknya ada 850 orang yang tewas akibat aksi penembakan yang dilakukan oleh petugas keamanan saat itu.

Kementrian Kehakiman mengatakan Mubarak kemungkinan akan dieksekusi jika dakwaan melakukan perintah pembunuhan itu terbukti.

Menjelang persidangan tersebut, Menteri Kesehatan Mesir, Amir Hilmi mengatakan kepada wartawan bahwa kondisi kesehatan Mubarak saat ini berada dalam kondisi yang baik.

Dia juga siap untuk dipindahkan ke Kairo dari rumah sakit tempat dia dirawat.

Namun sumber yang dekat dengan keluarga Mubarak mengatakan kepada AFP bahwa Mubarak berada dalam kondisi tertekan. Sedangkan media setempat memberitakan Mubarak mogok makan dan kondisinya terus melemah.

Hosni Mubarak sebelumnya dikabarkan menderita kanker lambung dan menjalani penahanan di rumah sakit di kawasan peristirahatan Laut Merah Sharm el-Sheikh.