Xinjiang rusuh, 15 orang tewas

peta xinjiang

Sumber gambar, 1

Gelombang kekerasan kedua dalam dua pekan terakhir di kawasan Xinjiang, Cina barat, dilaporkan menewaskan setidaknya 15 orang.

Media pemerintah memberitakan delapan di antaranya meninggal dunia hari Sabtu (30/1) malam di kota Kashgar ketika dua pria membajak truk dan kemudian menikam beberapa orang.

Serangan ini didahului oleh dua ledakan.

Kantor berita resmi Xinhua mengatakan satu ledakan berasal dari kendaraan truk dan satu lagi dari warung makan di pinggir jalan.

Para wartawan mengatakan belum jelas siapa yang memicu kerusuhan terbaru.

Kantor berita Associated Press mengutip aktivis etnik luar negeri yang khawatir kerusuhan ini akan membuat pemerintah pusat di Beijing menumpas kelompok minoritas Uighurs.

Kota penting

Xinhua pada hari Minggu menyebutkan tiga orang tewas dalam kerusuhan dan empat orang tersangka tewas tertembak polisi.

Dua tahun lalu di Xinjiang pecah kerusuhan etnik yang melibatkan masyarakat Muslim minoritas Uighur. Hampir 200 orang tewas dalam kerusuhan ini.

Banyak di antara anggota masyarakat ini menentang kekuasaan Beijing dan menganggap Xinjiang sebagai tanah air mereka.

Posisi mereka makin terpinggirkan seiring dengan masuknya orang-orang dari etnis Han.

Xinjiang berbatasan dengan Pakistan, Afghanistan, Rusia, dan beberapa negara lain.

Kashgar dulu menjadi kota penhubung penting di Jalur Sutera, yang dipakai Cina memasukkan sutera dan barang-barang lain ke Eropa.