Korut ingin terlibat pembicaraan nuklir lagi

Yongbyon reactor

Sumber gambar, ap

Keterangan gambar, Pembicaraan soal nuklir kerap terhenti karena komitmen Korut yang sering berubah.

Korea Utara mengatakan mereka ingin melanjutkan kembali pembicaraan nuklir enam pihak "dengan segera" dan "tanpa prasyarat."

Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan hasrat mereka memulai kembali pembicaraan 'tidak berubah'.

Dalam pembicaraan nuklir enam pihak ini, selian Korut juga terlibat Korsel, Rusia, Cina, AS dan Jepang. Mereka terakhir bertemu pada tahun 2008 lalu.

Pernyataan Korut ini muncul hanya dua hari setelah terjadi pembicaraan antara negara itu dengan Amerika Serikat di New York.

Komitmen Korut

Seminggu sebelumnya pembicaraan serupa juga terjadi antara pejabat Korut dengan rekannya dari Korsel di sela-sela Pertemuan Kawasan Asean (ARF) di Bali, Indonesia.

Korut sempat keluar dari arena pembicaraan enam negara itu pada tahun 2009 sesaat sebelum mereka menggelar uji coba nuklir kedua saat itu.

Dalam pernyataan terakhirnya mereka mengatakan siap untuk menjalankan komitmennya mengakhiri program nuklir negara itu yang mulanya diteken pada tahun 2005 dan menukarnya dengan imbalan bantuan energi dan ekonomi.

Amerika sendiri menilai akan ada jalan terbuka untuk membangun hubungan lebih baik dengan Korea Utara setelah pembicaraan Jumat pekan lalu, jika negara itu bersungguh-sungguh dalam komitmennya menghentikan program nuklirnya.