Warga AS ditahan di Korea Utara

Sumber gambar, AFP
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memastikan seorang warga AS ditahan di Korea Utara, dan secara resmi telah meminta agar orang tersebut dibebaskan dengan alasan kemanusiaan.
Tidak ada penjelasan rinci mengenai identitas maupun proses penahanan warga Amerika tersebut.
Sejumlah pertanyaan seperti, siapa dia, apa yang dia lakukan di Korea Utara, dimana dan bagaimana bisa tertangkap, tidak dijawab Kementerian Luar Negeri AS
Dan karena Washington dan Pyongyang tidak memiliki hubungan diplomatik, maka AS meminta pejabat kedutaan Swedia untuk mengunjungi orang yang ditahan tersebut.
Kemenlu AS meminta agar hak asasi manusia orang yang ditangkap itu dihormati.
Dalam sejarahnya ada cerita yang panjang terkait penangkapan warga negara AS yang memasuki kawasan Korea Utara.
Tahun 2009, dua orang mantan presiden AS datang ke Pyongyang sebagai utusan untuk membebaskan warga AS yang ditahan disana.
Berita penangkapan warga AS ini muncul menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton ke Seoul akhir pekan ini guna membicarakan soal dugaan pengembangan senjata nuklir yang dikembangkan oleh Korut.
Ada tekanan agar Korea Utara mau kembali dalam pembicaraan internasional terkait masalah nuklir ini.
Akhir bulan ini, mantan Presiden AS Jimmy Carter akan terbang ke Pyongyang dalam kunjungan pribadi untuk membicarakan persenjataan nuklir, dan hampir pasti, sekaligus mengupayakan pembebasan warga AS yang ditahan.





























