Cina sambut kebijakan AS soal utang

Gubernur Bank Sentral Cina menyambut baik langkah pemerintah AS yang berhasil menghindari gagal bayar dan menaikan pagu utangnya.
Dalam pernyataannya situs Bank Rakyat Cina, PBC, Zhou Xiaochuan mengatakan mereka akan memperhatikan secara saksama implementasi dari langkah yang dilakukan oleh Pemerintah AS.
Zhou mengatakan Cina yang merupakan pemegang utang terbesar AS, berharap negara yang dipimpin Barack Obama itu mampu mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab dalam menangani persoalan utangnya sekaligus juga mengutamakan kepentingan negara-negara lain di dunia.
Dia juga menegaskan Cina akan melanjutkan kebijakan untuk melakukan diversifikasi asetnya guna meminimalkan dampak negatif dari dampak fluktuasi pasar keuangan internasional terhadap perekonomian Cina.
Peringkat utang
Meskipun mendapat apresiai positif dari Bank Sentral Cina, namun lembaga pemeringkat utang di negara itu justru menurunkan peringkat utang AS.
Lembaga pemeringkat utang, Dagong, telah menurunkan peringkat utang AS dari A+ menjadi A dengan proyeksi yang negatif.
Dagong menyatakan bahwa keputusan AS untuk meningkatkan pagu utang tidak akan mengubah fakta bahwa pertumbuhan utang AS telah melebihi kemampuan ekonomi dan pendapatan fiskal negara itu dimana nantinya hal tersebut akan mengurangi kemampuan mereka dalam membayar utangnya.
Dagong bulan lalu juga mengumumkan bahwa peringkat utang AS berada dalam pengawasan yang negatif dimana peringkatnya juga dikatakan dapat akan turun.
Meski demikian sejumlah lembaga pemeringkat utang utama di dunia seperti Standard and Poor's dan Moody's and Fitch masih menempatkan Amerika dengan peringkat AAA namun tetap dengan proyeksi negatif.
Saham jatuh
Sementara itu kondisi pasar modal Asia mengalami kejatuhan pada Rabu ini setelah melihat bahwa perekonomian AS masih perlu berjuang untuk bisa bangkit kembali.
Indeks saham di Nikkei, Jepang jatuh hingga 2,2 persen dalam perdagangan awal hari ini, hal serupa juga terjadi pada pembukan perdagangan saham di Australia, Hong Kong dan Korea Selatan yang jatuh hingga diatas 2%.
Wall Street dalam penutupan Selasa malam juga jatuh hingga lebih dari 2 persen setelah data menunjukan angka belanja konsumen As menurun pada Juni lalu.
Kondisi serupa juga terjadi dalam perdagangan saham di Eropa.
Kesepakatan untuk menaikan pagu utang AS yang disahkan di kongres kemarin ternyata dinilai gagal menaikan sentimen positif.





























