Obama mungkin veto proposal Republik

Sumber gambar, AFP
Gedung Putih mengingatkan Presiden Barack Obama soal kemungkinan menggunakan hak vetonya terhadap proposal batas utang baru yang diusulkan politisi senior Partai Republik, John Boehner.
Sebelumnya, John Boehner, mengatakan untuk memangkas anggaran layanan publik dan meningkatkan batas utang mendapat tentangan dari anggota partainya sendiri.
Pembicaraan terakhir terkait masalah ini dilakukan, Senin (25/7), dimana Boehner dan anggota senat dari Partai Demokrat saling menawarkan rencana terkait plafon utang.
Kedua rencana itu sangat berbeda baik dari sisi ukuran dan cakupan. Namun, kedua rencana itu sama-sama tidak menawarkan kenaikan pajak.
Namun, Boehner menawarkan waktu enam bulan lagi untuk mencapai kesepakatan batas utang. Usulan ini yang jauh-jauh hari sudah ditolak Presiden Obama.
Tahun ini pemerintah AS menetapkan defisit anggaran sebesar US$1,5 triliun atau Rp12.750 triliun. Angka ini menambah utang nasional menjadi US$14,3 triliun atau sekitar Rp121.500 triliun.
Selama beberapa dekade terakhir, AS sudah beberapa kali menaikkan batas utangnya. Bedanya, pada kesempatan sebelumnya kesepakatan menaikkan utang terjadi tanpa perdebatan antar partai politik.
Tantangan Demokrat

Sumber gambar, AP
Sementara itu, pimpinan Partai Demokrat di senat, Harry Reid menantang para politisi Republik yang mendukung proposal yang ditawarkannya.
Proposal itu berintikan pemotongan anggaran tanpa kenaikan pajak yang bisa menghemat anggaran hingga US$2,7 triliun selama satu dekade.
Namun, meski terjadi pemotongan anggaran, berbagai program sosial untuk orang miskin dan program pensiun, tetap dilindungi tanpa perlu menaikkan pajak.
Rencana 10 tahun itu termasuk pemotongan anggaran pertahanan sebesar US$1,2 triliun dan sejumlah pos anggaran lainnya.
Selain itu, penghematan anggaran sebesar US$1 triliun juga bisa diperoleh dari mundurnya Amerika Serikat dari medan perang Irak dan Afghanistan.
Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih, Jay Carney, menuding para politisi Partai Republik mencoba bermain api dengan perekonomian Amerika Serikat.
Carney mengatakan rencana yang ditawarkan Harry Reid merupakan pilihan yang lebih baik karena merupakan hasil sebuah kompromi.
Sejauh ini, kesepakatan soal cara meningkatkan batas utang Amerika Serikat belum menemui kata akhir meski batas waktu untuk masalah ini kian dekat, yaitu 2 Agustus mendatang.
Jika, hingga 2 Agustus plafon baru utang tidak disepakati, maka Amerika Serikat terancam tak bisa membayar semua utang dan pengeluarannya.
Konsekuensi kegagalan AS membayar utangnya adalah melonjaknya suku bunga yang mengancam perekonomian AS dan pemulihan perekonomian global.





























