Kuba akan lakukan reformasi ekonomi

Sumber gambar, AP
Dewan Nasional Kuba memberikan dukungannya terhadap rencana Presiden Raul Castro untuk mereformasi perekonomian negeri itu yang macet.
Reformasi ekonomi yang meliputi pembentukan usaha kecil hingga memangkas rantai birokrasi sudah didukung Partai Komunis yang berkuasa.
Presiden Castro juga mengisyaratkan perubahan atas peraturan perjalanan dan emigrasi Kuba yang kontroversial.
Castro juga menegaskan barang siapa berupaya menghambat reformasi ini akan berhadapan dengan hukum.
"Penolakan birokratik sama sekali tak berguna," kata Castro.
Pernyataan Castro ini diduga dialamatkan bagi para birokrat dan politisi yang terancam kehilangan pekerjaan akibat perubahan ini.
Pegawai negeri dipangkas
Dalam sidang dewan yang digelar dua kali setahun ini dibahas antara lain pemangkasan lebih dari satu juta posisi jabatan pemerintahan.
Pemangkasan pegawai pemerintah ini adalah langkah awal Kuba untuk menyederhanakan birokrasi dan mengurangi peran pemerintah di sejumlah sektor seperti pertanian, perdagangan eceran dan konstruksi.
Untuk peran yang ditinggalkan pemerintah itu maka sektor swasta berskala kecil menengah didorong untuk mengisinya. Sementara itu, subsidi untuk pangan dan layanan publik perlahan-lahan akan dikurangi.
Presiden Castro juga mengatakan pemerintah Kuba tengah berupaya melakukan modernisasi terhadap kebijakan migrasi negeri itu.
Kelompok-kelompok pegiat HAM sudah lama mengkritik kebijakan pemerintah Kuba yang mengharuskan warganya mengantungi izin pemerintah sebelum bepergian ke luar negeri.
Kebijakan ini merupakan sisa-sisa pengalaman sejarah masa lalu di mana orang meninggalkan Kuba lebih sering karena alasan politik dan bukan alasan ekonomi.





























