Pasar saham Asia dibuka melemah

Pasar saham di seluruh Asia dibuka melemah akibat terpengaruh kondisi global.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pasar saham di seluruh Asia dibuka melemah akibat terpengaruh kondisi global.

Pasar bursa utama Asia dibuka melemah, Senin (8/8) di tengah kekhawatiran atas kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Indeks saham gabungan Nikkei 225 Jepang turun 0.9%. Sedangkan indeks Kospi, Korea Selatan, anjlok 1,5%.

Kondisi serupa juga dialami pasar-pasar saham di Singapura, Australia dan Taiwan.

Akhir pekan lalu, penjualan saham menurun drastis di seluruh dunia dengan kerugian mencapai triliunan dolar Amerika.

Situasi ini bertambah buruk dengan keputusan lembaga pemeringkat Standard & Poor yang menurunkan peringkat utang Amerika Serikat.

Para pengamat ekonomi mengatakan kondisi ini membuat pasar saham akan tidak menentu dalam beberapa pekan ke depan.

"Penurunan rating (utang AS) merupakan situasi yang tidak diduga," kata Alvin Liew dari Bank UOB Singapura.

"Situasi ini memberi pengaruh seperti terlihat dalam prospek pertumbuhan AS yang diprediksi melemah dalam dua atau dua setengah tahun ke depan," tambah dia.

Reaksi spontan

Dengan situasi ekonomi yang penuh risiko seperti ini, maka para investor membuat banyak perubahan untuk kepemilikan aset mereka.

Hasilnya, para investor menjual minyak mentah, dengan penjualan ke AS menurun hampir 3%. Keputusan ini dibuat karena kekhawatiran menurunnya permintaan.

Sementara harga emas meningkat di pasar-pasar Asia ketika para investor mencari aset yang memiliki risiko paling rendah.

Sejumlah pengamat mengatakan penurunan pasar saham sudah melebihi batas dan banyak investor melihat kondisi ini sebagai peluang untuk melakukan pembelian.

"Kondisi ini adalah sebuah reaksi spontan," kata Arjuna Mahendran dari HSCB Private Bank.

Mahendran menambahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia lebih baik ketimbang Amerika Serikat dan Eropa.

Sehingga, para investor harus mengalihkan perhatian mereka kembali ke pasar-pasar regional.

"Akan ada rotasi menuju 'pembelian' Asia. Uang akan mengalir dari negara maju ke pasar-pasar yang sedang berkembang," lanjut Mahendran.

Langkah global

Krisis pasar saham Asia terpengaruh anjloknya perekonomian AS dan Eropa.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Krisis pasar saham Asia terpengaruh anjloknya perekonomian AS dan Eropa.

Sementara itu, pemerintah dan para pembuat kebijakan mencoba sejumlah langkah untuk memperlambat krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa melalui sebuah gerakan global.

Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan membeli surat utang negara-negara zona Euro. ECB berharap langkah ini akan menambah kepercayaan pasar terhadap perekonomian negara-negara Eropa.

Sejauh ini ECB tidak menyebut surat utang negara mana yang akan dibeli namun diduga kuat ECB akan membeli surat utang dari Spanyol dan Italia.

Dalam pernyataan terpisah, Kelompok G7 mengatakan akan bereaksi secara terkordinasi untuk menjaga stabilitas finansial global.

Pernyataan ini keluar setelah pemerintah dan bank sentral Jepang melakukan intervensi ke pasar finansial, akhir pekan lalu.

Intervensi ini adalah upaya pemerintah Jepang untuk memperlemah Yen, meningkatkan ekspor Jepang dan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Melemahnya pasar saham Asia ini terjadi setelah pasar saham Eropa terlebih dulu anjlok, Jumat (5/8).

Indeks gabungan pasar-pasar bursa utama Eropa, termasuk FTSE 100 dan DAX Jerman anjlok hingga 4%. Kondisi ini menyusul kondisi pasar saham AS yang mencapai titik terburuknya dalam dua tahun terakhir.

Meski pada penutupan pasar, kondisi pasar AS mulai stabil dan ditutup menguat 0,5%.