Turki minta Suriah hentikan kekerasan

Pasukan militer Suriah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pasukan militer Suriah menyerang Kota Hama pada pekan lalu.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu akan berkunjung ke Suriah untuk meminta pemerintah Presiden Bashar al-Assad menghentikan tindakan kekerasan terhadap para pemrotes.

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kesabarannya habis melihat kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Suriah terhadap pemrotes.

Kunjungan Davutoglu dilakukan setelah beberapa negara Arab menarik duta besarnya dari Damaskus, yaitu Arab Saudi, Kuwait dan Bahrain.

Sementara itu kekerasan masih terjadi di Suriah, menyusul diturunkannya tank ke wilayah Timur di Kota Deir al-Zour pada Senin (8/8).

Setidaknya 50 orang tewas pada Minggu, setelah militer meluncurkan serangan pada dini hari.

Aktivis mengatakan selama beberapa hari terakhir, banyak orang takut untuk keluar rumah atau membawa korban luka ke rumah sakit karena khawatir terkena serangan.

Televisi milik pemerintah Suriah melaporkan Presiden Assad telah mengangkat menteri pertahanan baru, mantan kepala staf militer Jenderal Dawoud Rajha.

Dia menggantikan Jenderal Ali Habib, seperti diberitakan oleh televisi.

Sana juga melaporkan pasukan tentara ditarik dari Kota Hama, yang menjadi sasaran serangan besar dalam beberapa hari terakhir. Saksi mata menyebutkan sejumlah orang tewas di kota itu.

Pemerintah Suriah menutup akses terhadap wartawan asing sehingga menyulitkan untuk memastikan jumlah korban tewas seperti yang disampaikan oleh saksi dan aktivis.

Aktivis HAM mengatakan setidaknya 1.700 warga sipil tewas dan puluhan ribu orang ditahan sejak kerusuhan terjadi pertengahan Maret lalu.

Lebih dari 300 orang diperkirakan tewas dalam satu pekan.

Wartawan BBC di Istanbul, Jonathan Head melaporkan Davutoglu akan melakukan upaya mendesak Presiden Assad mengubah kebijakannya.

Davutoglu mungkin akan menyebutkan Turki akan memberikan dukungan kuat terhadap aksi Dewan Keamanan PBB, meskipun sejumlah kalangan yakin langkah yang dilakukannya akan menuai sukses, kata koresponden BBC.

Juru bicara Assad mengatakan telah memperingatkan Damaskus akan memberikan balasan setimpal.

Konstituen Muslim Turki bersimpati kepada pemrotes yang merupakan negara tetangga mereka, karena serangan terus dilakukan meski dalam bulan suci Ramadhan.

Tetapi, koresponden BBC mengatakan belum ada sinyal bahwa Ankara akan meregangkan hubungan diplomatiknya. Begitu juga sanksi ekonomi yang jika diimplementasikan oleh Turki, akan 'memukul' pemerintah Suriah.